Equityworld Futures – Implementasi tol laut yang dijalankan Kabinet Kerja di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mulai menampakkan hasil. Jokowi Jalankan Program Tol Laut,

 

Demikian disampaikan Pengamat Maritim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

“Ide tol laut telah menampakkan hasilnya dan membuat ekonomi negara terus tumbuh,” ungkap dia.

Menurutnya, kehadiran Tol Laut yang merupakan konsep pengangkutan logistik dengan kapal laut telah berhasil menurunkan

harga bahan pokok di beberapa daerah wilayah timur Indonesia.

Selain itu, makin tingginya frekuensi angkutan kapal baik kapal barang maupun kapal penumpang dari dan sejumlah pelabuhan

di tanah air khususnya di wilayah Timur.

Hal ini selaras dengan salah satu misi dan visi Tol Laut yakni bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar

yang ada di Nusantara.

Dengan adanya hubungan antara pelabuhan-pelabuhan laut ini, maka dapat diciptakan kelancaran distribusi barang hingga ke pelosok.

Dijelaskannya, dalam program Tol Laut ini, angkutan laut baik kapal barang maupun kapal penumpang memainkan peran

penting dalam memastikan berjalannya program logistik nasional jalur laut tersebut.

Salah satu indikator yang ingin dicapai Pemerintah adalah ketersediaan komoditas pangan dan berbagai kebutuhan pokok

masyarakat di kawasan Timur Indonesia dengan harga yang terjangkau.

Pemerintah sudah mengusahakan tol laut sebagai jalur transportasi laut bagi sejumlah komoditas.

Dengan tol laut tersebut diharapkan wilayah-wilayah Indonesia, utamanya bagian Timur, untuk dapat terhubung sehingga

mampu menekan harga komoditas. Saat ini di Indonesia bagian Timur sudah dirasakan oleh masyarakat adanya penurunan

harga 20%-25%.

“Saya kira sebuah penurunan yang cukup tinggi. Namun, nantinya apabila rute dan trayek ini semakin banyak, kita meyakini

bahwa turunnya harga-harga ini akan menjadi semakin lebih baik lagi,” ujar Raja Saut Gurning.

Disarankannya, agar tol laut makin sukses harus didukung infrastruktur dan moda transportasi darat.

Ambil contoh ketersediaan gudang-gudang, truk-truk pengangkut, supermarket,gudang penyimpanan dan SDM bongkar muat barang.

Hal lain adalah ketersediaan bunkering untuk suplai BBM kapal.

Fasilitas seperti ketersediaan terminal, pasar, gudang penyimpan dan lain-lain merupakan kebutuhan yang sangat mendesak.

“Hingga nanti di pelabuhan pelabuhan itu tercipta market yang potensial yang akan menyebabkan keseimbangan angkutan

kapal baik yang menuju wilayah barat Indonesia maupun pelabuhan-pelabuhan di Indonesia Timur,” sambung dia.

Pemerintah sendiri melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih terus melakukan evaluasi terkait pelaksanaan tol laut di lapangan.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan optimalisasi 13 trayek memanfaatkan program Rumah Kita yang tersebar di sejumlah titik.

Hal itu dilakukan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Adapun Rumah Kita merupakan pusat logistik yang dikelola oleh sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) diantaranya PT Pelindo I, II, III dan Pelindo IV serta PT Pelni dan PT ASDP.

Salah satu fungsi Rumah Kita yakni mampu mendistribusikan komoditas secara lebih efektif sehingga disparitas harga menurun

Target dari program Tol Laut diantaranya penyediaan 306 lokasi pelabuhan laut di 306 lokasi hingga 2019 dan 103 unit kapal perintis laut.

Hingga bulan November 2017 Kapal PELNI sudah mengangkut 3,16 juta orang dan Kapal Perintis sebanyak 475.543 orang.

Sedangkan Muatan dalam negeri hingga Oktober 2017 sebanyak 18.3 miliar Ton dan luar negeri 593 Juta Ton.

 

 

Equityworld Futures