Jual Surat Utang Berbunga Tinggi, Kemenkeu: Cari Uang Nggak Gampang

Equitywolrd Futures -Setiap tahun, pemerintah menerbitkan surat utang negara (SUN) untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Nominalnya cukup besar, sekitar Rp 300-400 triliun, tergantung dari kebutuhan pemerintah.

Agar surat utang tersebut menarik bagi investor, maka pemerintah memberikan sedikit pemanis berupa bunga yang cukup tinggi.

Rata-rata surat utang dengan denominasi dolar Amerika Serikat (AS) adalah 3-4% untuk tenor 10 tahun.

Kemudian untuk denominasi rupiah dengan tenor yang sama diberikan bunga rata-rata 6-7%.Menurut Schneider Siahaan, Direktur Strategis dan Portofolio Utang, Ditjen Pembiayaan dan Pengeloaan Risiko,

Kementerian Keuangan, bunga merupakan salah satu strategi yang diterapkan dalam penerbitan surat utang.
“Jadi sebetulnya pemanis lah. Intinya marketing gimmick sebetulnya,” jelasnya kepada detikFinance, Rabu (24/8/2016).Perhitungan bunga dalam penerbitan surat utang dipengaruhi oleh beberapa hal.

Pertama adalah bunga wajar yang berlaku di pasar keuangan. Dari batas wajar tersebut ditambahkan sedikit menjadi lebih tinggi.”Kami bilang sebenarnya market based. Cuma di premi agak sedikit ada pemanisnya,” kata Schneider.

Untuk menambahkan premi, maka dilihat kondisi perekonomian terkini baik global maupun regional.

Khususnya yang terjadi pada pasar keuangan.”Nah premi itu tergantung situasinya. Pada saat situasi bunga tinggi, maka preminya agak tipis.

Tapi pada saat bunga rendah agak tebel,” terangnya.Pemerintah memang agak susah mencari utang dengan penerbitan surat utang di dalam negeri,

karena pasarnya belum berkembang. Investor lokal belum terlalu akrab berinvestasi di obligasi,
sehingga bunga tinggi diberikan untuk menjadi daya tarik. Untuk investor asing, bunga tinggi perlu diberikan sehingga surat utang pemerintah bisa bersaing dengan surat utang lainnya.”Kalau kamu tiba ujuk-ujuk memberikan sesuatu yang baru tanpa ada pemanis,

ya nonton-nonton saja mereka. Nah kalau awal diterbitkan diberi pemanis, orang mau coba,” kata Schneider.Schneider mengatakan, tidak mudah mencari uang lewat surat utang di tengah kondisi ekonomi yang berkembang saat ini. Bunga tinggi diperlukan untuk menarik minat investor.

“Kami kan cari uang nggak gampang,” ungkap Schneider.

Schneider mencontohkan, saat penerbitan Samurai Bond atau surat utang berdenominasi yen.

Jenis surat utang ini sudah diterbitkan selama empat kali.
sumber : detik.com