Yogyakarta -Keberadaan kabel bawah laut mempunyai fungsi penting pada era teknologi saat ini. Sebanyak 98% komunikasi data, TV, saat ini melalui kabel bawah laut. Indonesia punya 17.700 Km panjang kabel bawah laut terutama di Indonesia barat.

Keberadaan kabel bawah laut di Indonesia masih memiliki beberapa persoalan di saat negara-negara lain sudah semakin pesat perkembanganya. Agar tidak ketinggalan Indonesia perlu membenahi permasalahan kabel bawah laut.

Deputi bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Arif Havas Oegroseno mengatakan problem yang terjadi di Indonesia adalah perizinan untuk pemasangan kabel bawah laut dan perawatan yang cukup lama.

Sementara itu negara-negara tetangga sebagai kompetitor berlomba-berlomba memberikan kecepatan perizinan. Padahal di Indonesia pengguna media sosial cukup besar yang tentunya sangat membutuhkan peran kabel bawah laut.

“Di Indonesia perizinan bisa sampai 2 bulan, sementara negara tetangga seperti Myanmar 4 hari, Malaysia 8 hari, Singapura 3-8 hari. Di negara lain seperti Finlandia hanya setengah hari. Padalah kita banyak pengguna media sosial, twitter, FB, online, perbankan, tanpa adanya upaya mengurangi birokrasi kita akan ketinggalan,” kata Arif Havas saat acara ‘International Workshop On Submarine Cables In Indonesia,’ di Hotel Hyatt Yogyakarta, Rabu (18/11/2015).

Masalah lainya yang sangat mengganggu adalah pencurian kabel di bawah laut. Padahal kabel bawah laut ini bukan tembaga yang bisa dijual, melainkan dari fiber.

“Ada kesalahan persepsi di masyarakat, bahwa kabel itu dikira tembaga sehingga banyak dicuri. Di beberapa daerah ada yang dicuri panjangnya 31 Km. Dengan pencurian ini maka komunikasi terganggu dan harus memasang lagi,”katanya.

Arif mengatakan, kabel bawah laut yang dimiliki Indonesia saat ini mencapai 17.700 Km. Namun kabel bawah laut tersebut masih terkonsentrasi di wilayah barat sementara di wilayah timur belum banyak.

 

sumber : detik.com