Jakarta -Berinvestasi di pasar saham tidak selalu berbuah untung. Ada risiko yang harus diterima seperti ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh pada krisis finansial global 2008 lalu. 

Bukannya untung, dana yang diinvestasikan bahkan bisa minus. Apa yang harus kita lakukan di saat harga saham yang kita beli jatuh?

“Jangan langsung panik. Ada tiga cara yang bisa kita lakukan ketika harga saham yang kita beli jatuh,” kata Aidil Akbar, perencana keuangan, ditemui usai Financial Clinic ‘Ngobrol Investasi Saham dan Reksa Dana di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Menurut Aidil saat harga saham jatuh, justru di situlah ada peluang.

“Kalau kita ketakutan kita mau keluar bisa saja. Cara pertama, ya keluar saja karena sudah minus. Kedua, bisa diamkan saja. Ketiga, justru itulah saatnya untuk beli karena kita bisa dapatkan saham dengan harga yang lebih murah. Average down itu strategi berinvestasi jangka panjang, ketika harga jatuh, itu saatnya beli,” ujar Aidil.

Ibarat diskon akhir tahun atau diskon gede-gedean, harga saham yang terpangkas justru menjadi kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk memborong saham.

“Pada saat harga turun, sama saja kita datang ke mid night sale. Semua produk dijual dengan harga murah. Kalau lagi ada mid night sale atau jakarta great sale beli nggak? Beli kan. Baju yang harganya Rp 500 ribu dijual Rp 100 ribu. Sama juga dengan saham. Ketika harga lagi turun justru yang ada di benak kita harusnya adalah, ‘hey ini lagi sale nih’. Kalau kita punya uang, uang itu untuk jangka panjang, kita investasikan,” pungkasnya.

sumber : detik.com