Equity World Futures – Leica pertama kali memproduksi kamera film 35 mm pada 1913, yang kemudian tenar sebagai pembuatkamerarangefinder ringan (karena menggunakan film format 35 mm) berkualitas tinggi.

Kemudian peralihan ke sensor digital baru dilakukan Leica pada 1998 saat mereka meluncurkan kamera compact Leica Digilux. Dan baru pada 2008 mereka merilis kamera rangefinder andalannya dalam format digital, yaitu M8.
Menurut Bernard Suwanto, Direktur Leica Store Jakarta, peralihan ke sensor digital ini menjadi seperti titik balik bagi Leica, karena kini kamera Leica bisa dibeli dengan harga yang relatif murah.
Tentu, definisi murah di sini baru bisa dipahami jika angka tersebut dibandingkan dengan harga rangefinder Leica yang harganya mencapai puluhan juta rupiah. Namun setidaknya, dengan begitu Leica bisa meraih pasar yang lebih besar.

“Sejak beralih ke digital, dengan uang 1000 dolar, kita sudah bisa membeli kamera Leica, kalau dulu mana mungkin,” ujar Bernard yang ditemui detikINET di bilangan Setiabudi, Jakarta, Kamis (16/6/2016).