Equity world futures – Jakarta -Kaya Cara Mukidi Fenomena Mukidi di media sosial sedang naik daun belakangan ini. Keluguan, kelucuan, dan bahkan kebodohan mungkin menjadi daya tarik, sehingga sering kita menertawakan diri kita karena cerita-cerita tadi cukup mengena.

Nah mumpung nama dan cerita Mukidi ini belum dipatenkan, saya ingin sedikit berbagi bagaimana caranya menjadi kaya dengan keluguan, kesederhanaan, dan mungkin kenakalan versi Mukidi.

Mukidi yang ingin Kaya

Menjadi kaya pasti harapan semua orang, termasuk Mukidi bintang media sosial kita.

Karena keinginan tadi, maka dia banyak membaca untuk mengetahui bagaimana cara termudah dan cepat untuk menjadi kaya.

Maka cara yang digunakan adalah dengan membaca dan mencari info siapa saja orang kaya itu dan bagaimana mereka bisa kaya.

Setelah banyak membaca dan mencari di Google, maka didapatkan kesimpulan bahwa menjadi kaya itu tidak susah sama sekali, bahkan kalau mau Mukidi bisa kaya saat ini juga.

 

1. Kaya adalah pernyataan orang lain.

Ketika membaca banyak biografi, Mukidi menemukan fakta bahwa orang kaya ternyata tidak pernah mendeklarasikan bahwa dirinya adalah orang kaya. Tapi orang lain yang sibuk dan ‘kepo’ menyebut mereka kaya.

Padahal belum tentu tang disebut kaya tadi benar-benar merasa dirinya kaya.

Maka hal inilah yang pertama dilakukan Mukidi. Memanggil temannya Mukijo, disuruh duduk di dapan meja tulisnya dan menulis 100 kali kata-kata ‘Anda tuan Mukidi adalah orang kaya’.

Maka jadilah saat itu mukidi menjadi orang kaya.

 

Pesan Moral: Menjadi kaya sebenarnya ada di diri kita bukan di orang lain.

Kebanyakan dari kita mengharapkan kaya dari pengakuan orang lain. Padahal kaya sebenarnya adalah ketika kita bisa menyebut diri kita kaya.

 

2. Kaya adalah banyak asset bukan penghasilan

Ilmu Mukidi makin tinggi, saat ini dia sudah mulai bisa membuat perhitungan.

Ternyata dari pengamatan dan informasi yang diperoleh, kaya adalah ketika aset seseorang bertambah.

Maka sekali lagi dia memanggil Mukijo ke rumahnya dengan pesan untuk membawa uang Rp 1.000.

Dengan tanpa rasa dosa Mukijo datang ke rumah Mukidi.

Dengan sedikit sombong Mukidi meminta uang Rp 1.000 yang dipegang Mukijo, dan memasukkannya ke dalam tabungan ayam yang sudah dia miliki sejak SD.

Nah saya sekarang sudah lebih kaya, Mukijo nggak mudeng.

 

Pesan Moral: menjadi kaya ternyata sederhana, ketika kita mendapat tambahan aset maka kita menjadi lebih kaya. Tidak peduli berapa besar nilai aset tersebut.

 

3. Kaya adalah berbagi

Sudah 2 ilmu hebat dimiliki Mukidi, maka dia ingin menyempurnakannya menjadi 3 ilmu.

Baca dan baca-baca lagi dia dapat menyimpulkan bahwa ternyata sebagian besar orang kaya tadi mau membagi aset dia ke orang lain.

Baik itu ke badan amal, badan keagamaan dan sosial lainnya.

Maka sekarang sekali lagi Mukidi memanggil Mukijo ke rumahnya.

Diberinya uang Rp 20.000 dan meminta Mukijo untuk berjalan ke jalan besar di depan gang dan memasukkan ke dalam kotak sumbangan yang bertuliskan untuk pembangunan sebuah rumah jompo.

Maka dengan tersenyum dan sedikit berbisik Mukidi berkata ‘aku kaya’.

 

Pesan Moral: Kita tidak akan lengkap menjadi kaya ketika kita tidak bisa berbagi. Bukan masalah jumlah tapi ketika kita bisa alokasikan dana ke tujuan lain dan tanpa harapan keuntungan, maka di situlah kita benar-benar kaya.

 

 

Sumber: Detik.com