Equity World Futures – Dalam rapat kerja dengan komisi IV DPR, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengatakan ingin mengurangi penggunaan kapal laut dalam pengawasan di wilayah laut. Susi ingin pengawasan wilayah laut lebih banyak dengan menggunakan pesawat.

Alasannya, penggunaan pesawat mampu menghemat dari sisi anggaran maupun waktu dibandingkan memakai kapal laut.

“Itu akan mengurangi 90% cost operasional kapal patroli kita dan itu penghematan yang hampir mencapai Rp 700 miliar per tahunnya,” kata Susi saat rapat dengan Komisi IV di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/6/2016).

“Kecepatan pesawat 300 km/jam sementara kalo kapal 25 km/jam, kapal 1 hari Rp 50 juta- Rp 200 juta tergantung ukurannya. Kalau pesawat hanya Rp 50 juta saja tidak sampai 5 jam sudah mencapai 1500 km,” lanjut Susi.

Ia menambahkan nantinya untuk patroli akan digunakan kapal yang berukuran besar dengan kemampuan yang lebih baik dibantu dengan pesawat udara jenis propeller twin engine.

“Jadi kita menambah kapal patroli yang besar-besar saja dengan kemampuan yang lebih cepat. Dibantu dengan pesawat udara dan itu juga pesawat udaranya pesawat udara propeller twin engine, jadi sangat murah,”

Selain itu, Susi akan menggandeng TNI untuk mewujudkan rencana penggunaan pesawat untuk pengawasan wilayah laut.

“Saya mengerti kesulitan banyak untuk pengadaan pilot dan sebagainya. Tapi demi uang yang begitu besar, saya bekerja sama dengan AL, juga AD untuk nanti membantu KKP dalam melaksanakan operasi ini,” tutur Susi.

Sumber : detik.com