15 jan web3Jaringan pita lebar 4G LTE “tahap pertama” di Indonesia telah diterapkan di frekuensi 900 MHz akhir 2014. Kini, Menkominfo sudah siap “ngebut” menjalankan “tahap kedua”, yaitu yang menerapkan teknologi serupa di pita frekuensi 1.800 MHz.

“Kebijakannya bahwa ini (4G) akan diimplementasikan segera akan kami keluarkan bulan Februari. Indonesia akan terapkan 4G/LTE di band 1.800 MHz tahun ini,” terang Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, di sela-sela acara Social Media for Good, Menara Multimedia, Selasa (14/1/2015). “Setelah policy itu keluar, itu (dilanjutkan) penataannya. Pokoknya bulan ini saya akan undang semua Dirut operator,” imbuhnya.

Saat ini, frekuensi 1.800 MHz dihuni oleh empat operator telekomunikasi. Total lebar pita yang dipakai mencapai 75 MHz. Komposisi saat ini adalah Telkomsel menguasai 22,5 MHz, Indosat 20 MHz, XL Axiata 22,5 MHz, dan Hutchison 3 Indonesia (Tri) 10 MHz. Penataan diperlukan agar blok frekuensi mereka dapat berdampingan. Durasi penataan ulang tersebut tergantung pada kesiapan operator. Namun Rudiantara menambahkan, penerapan 4G tersebut tidak dilakukan langsung di seluruh Indonesia melainkan dimulai per pulau. “Kalau per pulau saya yakin pertengahan tahun ini kita sudah bisa jalan. Kalau ditanya kesiapan operator, ya, operator si nanti-nanti dulu. Tapi kita harus jalan,” ujar Rudiantara.

Ekosistem yang Lebih Baik

Jaringan 4G tidak akan berguna tanpa ketersediaan perangkat genggam yang dapat mengaksesnya. Saat ini hanya sedikit perangkat genggam yang mampu mengakses jaringan 4G di frekuensi 900 MHz. Penerapan teknologi 4G pada jaringan 1.800 MHz, yang rencananya terwujud pada pertengahan tahun ini, diharapkan mempermudah adopsi perangkat. Terutama karena di pasaran ada lebih banyak perangkat genggam yang dapat mengakses frekuensi tersebut.

Selain itu juga akan ada beberapa perangkat genggam lokal yang mendukung jaringan ini. Rudiantara mengatakan, “Ekosistem (perangkat genggam, aplikasi) yang paling mendukung itu ada di 1.800 MHz.” “Saya juga sudah bicara ada beberapa handset yang diproduksi di Indonesia. Ada beberapa produsen yang sudah bertemu dengan saya dan mereka janji kuartal kedua akan keluar,” imbuhnya.

Sumber : Kompas.com