EQUITY WORLD FUTURES – Dalam model investasi yang berjenis transaksi dengan sistem kontrak, kita lazim mendengar soal transaksi yang dilakukan dengan saling memperdagangkan kontrak derivative emas atau hasil tambang. Akan tetapi, investasi kontrak berjangka dengan menggunakan komoditas pertanian dan perkebunan juga memiliki potensi tinggi. Apalagi, Indonesia sudah dikenal sebagai negara agraris dan sudah mengekspor berbagai hasil tani dan kebun, sehingga posisinya cukup diperhitungan di pasar komoditas dunia.

Sama seperti kontrak berjangka lainnya, investasi jenis ini juga saling memperdagangkan kontrak untuk jangka waktu tertentu dan untuk produk derivative hasil pertanian tertentu, alih-alih langsung menjual hasil tani. Kontrak berjangka komoditas pun sudah diatur oleh BAPPETI sehingga sah di Indonesia dan para pemain yang terlibat di dalamnya harus mengikuti aturan main yang ditetapkan oleh lembaga yang berada di bawah Departemen Perdagangan ini, walaupun mungkin belum begitu dikenal oleh sebagian masyarakat Indonesia. Mari kita mengenal lebih jauh tentang pilihan investasi ini agar bisa dijadikan pertimbangan investasi.

 

Sifat Kontrak Berjangka Komoditas Pertanian

Karena kontrak berjangka perdagangannya dilakukan sesuai penetapan harga dan nilai terlebih dahulu, investasi ini cukup aman dilakukan. Plus, di pasar jual beli kontrak komoditas, semua transaksi dilakukan transparan dan bisa dilakukan sendiri tanpa pialang. Anda harus waspada dan memperhatikan perubahan harga yang ditetapkan setiap hari, sehingga bisa melakukan transaksi paling tepat sasaran.

Selain itu, dalam pasar kontrak komoditas pertanian, Anda dan para pialang serta pengawas bursa tak saling kenal sehingga transaksi yang dilakukan selalu jujur. Cara kerja investasi ini ada beberapa macam jika ditinjau dari segi jenis pelaku usahanya. Anda yang merupakan produsen hasil tani dan kebun bisa menjual komoditi mereka lebih dulu di pasar bursa, untuk menjaga agar Anda bisa mendapatkan harga yang baik sebelum masa panen dan memastikan agar harga tersebut dikunci untuk mencegah efek buruk seperti penurunan harga pangan yang drastis.

Jika Anda berbisnis di bidang ekspor komoditas pertanian dan perkebunan, Anda bisa memanfaatkan pasar kontrak komoditas berjangka ini sebagai sarana untuk menyediakan persediaan barang untuk diekspor, yaitu dengan cara membelinya lebih dulu lewat kontrak berjangka sehingga harga yang mereka bayar tak akan berubah menjadi lebih tinggi.

 

Pilihan Menarik untuk Investasi Komoditas Pertanian Berjangka

Ada beberapa jenis tanaman yang secara rutin menjadi primadona dalam hal perdagangan dan investasi untuk kontrak berjangka komoditas pertanian, misalnya beras, jagung, kedelai, gandum, kelapa sawit, dan kentang. Hampir semua tanaman ini bisa ditemukan di Indonesia sehingga posisi Indonesia di pasar komoditas ini bisa dianggap sangat bagus.

Agar bisa menentukan cara dan waktu terbaik bertransaksi komoditas pertanian, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dan ikuti dengan seksama:

  • Perhatikan situasi iklim dan pangan dunia. Saat ini, kondisi iklim yang cenderung kurang stabil akibat pemanasan global membuat kondisi pasar komoditas sedikit gonjang-ganjing, namun Anda masih berkemungkinan selamat dan bisa menjual dalam waktu yang tepat jika Anda rajin mengikuti perkembangan.
  • Jangan lupa menambah uang margin hingga jumlahnya kembali ke jumlah margin awal (saat Anda membuka kontrak berjangka) jika berada di posis yang terbuka alias tidak menjual ataupun membeli.
  • Pastikan bertransaksi lewat situs bursa atau pialang yang aman, terpercaya, jujur dan berada di bawah pengawasan BAPPETI. Jika ragu akan kualitasnya, laporkan ke BAPPETI.

Perdagangan kontrak berjangka untuk hasil pertanian adalah investasi yang bagus bagi Anda yang berkecimpung di bidang pertanian, misalnya sebagai produsen atau eksportir hasil tani, karena bisa mengurangi kerugian akibat penurunan harga saat belum panen.