Equity World Futures -PT Pertamina (Persero) mengungkapkan bahwa konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite yang baru diluncurkan pada 2015 lalu mengalami kenaikan pesat 5 bulan terakhir.

Pada Januari 2016 lalu konsumsi pertalite masih 3.100 kilo liter (KL) per hari dan sekarang sudah 12.200 KL/hari atau naik 300% dalam tempo 5 bulan terakhir.

“Pertalite tumbuh sangat pesat. Awal Januari 2016 baru 3.100 KL/hari, kini mencapai 12.200 KL/hari, 4 kali lipat hanya dalam 5 bulan,” kata VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, melalui pesan singkat di Jakarta, Sabtu (11/6/2016).

Kenaikan konsumsi tidak hanya dialami oleh pertalite, tapi juga pertamax. Menurut data Pertamina, kebutuhan pertamax meningkat dari 7.000 KL/hari menjadi 13.600 KL/hari dalam 5 bulan terakhir, melonjak hampir 100%.

“Kenaikan pertalite juga diikuti pertamax, dari 7.000 KL/hari pada Januari 2016, kini naik menjadi 13.600 KL/hari dalam 5 bulan,” tutupnya.

Sebagai informasi, Pertamina mulai mengambil langkah untuk mengantisipasi kenaikan permintaan pertamax dalam beberapa tahun mendatang. Kilang RFCC Cilacap yang memproduksi premium melalui Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) akan dikonversi sehingga seluruh produksinya menjadi pertamax.

Selain disparitas harga yang semakin tipis, permintaan pertamax juga naik karena peningkatan pendapatan rata-rata penduduk Indonesia seiring pertumbuhan ekonomi, semakin banyak mobil-mobil mewah di jalanan yang tak bisa menggunakan premium.

Meski begitu, premium tidak akan dihilangkan dari pasaran. Pertamina berjanji akan terus menjamin ketersediaan premium untuk masyarakat yang membutuhkannya.

Sumber : detik.com