Equity World Futures -Industri perusahaan pembiayaan (multifinance) saat ini tengah lesu. Perlambatan ekonomi tak bisa dihindari.

Hal tersebut berimbas pada meningkatnya kredit bermasalah di perusahaan pembiayaan atau Non Performing Finance (NPF).

Direktur Utama Mandiri Tunas Finance (MTF) Ignatius Susatyo Wijoyo menyebutkan, pihaknya mencatatkan angka kredit bermasalah secara gross (NPF gross) per Maret 2016 naik menjadi 1,1% dibandingkan periode yang sama tahu sebelumnya sebesar 1,05%. Sementara untuk NPF nett stagnan di angka 0,7%.

“NPF gross Maret 1,1%, naik dari 1,05% periode yang sama tahun lalu, kalau NPF nett 0,7%, angkanya hampir sama,” sebut dia saat dihubungi detikFinance, Selasa (31/5/2016).

Meski demikian, pihaknya masih mencatatkan kenaikan penyaluran pembiayaan.

Hingga Maret 2016, Mandiri Tunas Finance menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 4,9 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,6 triliun.

Sepanjang tahun ini, perusahaan pembiayaan yang khusus menyalurkan pembiayaan di kendaraan roda empat ini menargetkan bisa meraup pembiayaan sebesar Rp 18 triliun di tahun ini, lebih lebih dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 17 triliun.

“Kita di Maret 2015 pembiayaan Rp 3,6 triliun. Kalau 2016 Januari-Maret itu Rp 4,9 triliun, jadi naik Rp 1,3 triliun. Tahun ini optimistis bisa Rp 18 triliun, tahun lalu Rp 17 triliun,” ujarnya.

Rata-rata, kata dia, besaran bunga yang dipatok MTF untuk pembiayaan mobil sebesar 3,55% dalam setahun.

“Pembiayaan, bunga setahun rata-rata 3,55%. Kalau kredit di MTF tenor 6 bulan 0%,” katanya.

Sumber : detik.com