Jakarta -Jepara Jawa Tengah terkenal sebagai daerah penghasil mebel berbahan kayu jati asli berkualitas tinggi. Pengusaha pun berlomba menghasilkan produk terbaik untuk pasar ekspor.

Salah satu pengusaha meubel asal Jepara, Ilham Gumilang sejak 3 tahun terakhir rutin ‘menerbangkan’ produknya ke Prancis hingga Amerika Serikat (AS).

“Saya produksi set meja kursi dan tipe kursi panjang untuk berjemur di pantai sejak 2013. Sejak saat itu rutin ekspor ke Amerika dan Prancis karena memang kita orientasi full ekspor,” ungkap Ilham, pengusaha berusia 26 tahun ini ketika ditemui detikFinance di sela-sela acara Business Investment Forum IKM Furnitur dan Kelompok Hutan Rakyat di Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Selasa (2/8/2015).

Ilham menceritakan, langkah sebagai pengusaha termotivasi dari kedua orang tua yang sempat memiliki 4 perusahaan mebel namun bangkrut di 2010.

“Tahun 2010 ketika saya masih SD, 4 perusahaan mebel milik ibu saya bangkrut. Sejak itu saya bertekat, saya ingin buat cerita kejayaan usaha mebel keluarga lagi,” ujarnya.

Ilham mengawali usahanya sebagai perantara. Ia mencari pesanan dengan berburu peminat mebel mancanegara. “Awalnya saya hanya cari peminat dari manca, terus kalau dapat pesanan, saya carikan perajinnya dan eksportirnya. Saya ambil keuntungan. Baru satu tahun kemudian pada 2013 saya mulai produksi hingga ekspor sendiri,” jelas Ilham.

Produknya diberi merk ‘Garden’ sesuai dengan tema yang diangkat dari produk-produk yang dihasilkan yaitu untuk dekorasi taman. “Kita lihat ada peluang di Prancis, setiap rumah punya taman. Furnitur dari kayu jati cocok ditempatkan sehingga peminatnya banyak, sudah seperti kebutuhan di sana,” kata Ilham.

Meski baru menjalankan usaha selama 3 tahun, Ilham menceritakan setiap tahun kontraknya terus bertambah. “Tahun lalu saya kantongi pendapatan Rp 800 juta/tahun dari 6 kontainer kontrak pengiriman. Tahun ini ada 8 kontrak, dan tahun depan sudah ada 16 kontrak dengan estimasi saya kantongi bersih Rp 1,2 miliar setahun,” paparnya.

Menurut Ilham, saat ini merupakan kesempatan bagus dengan tingginya nilai dolar. “Dolar tinggi, ini kesempatan bagus buat kami yang orientasinya memang full ekspor. Pengennya bisa nambah kontrak terus. Kami tidak terpengaruh dengan kondisi ekonomi lesu di dalam negeri,” jelasnya.

Ilham mengaku, produknya dibuat hanya dari kayu jati grade A atau kualitas terbaik. Kendala yang dihadapinya saat ini yaitu modal. Untuk memenuhi 16 kontrak tahun depan, Ilham perlu modal paling tidak Rp 3 Miliar.

“Saya masih kesulitan cari modal. Selain itu, pengerjaan mebel ada masa-masanya. Juli sampai Februari pengerjaan. Nanti bulan Maret penjualan. Kami kontrak bayar di akhir, sementara produksi butuh modal di awal,” terangnya.

Ilham menjelaskan, di Jepara para pengusaha mebel saat ini justru didominasi anak-anak muda. “Pengusaha mebel Jepara itu sekarang kebanyakan usia 24 sudah mapan, sudah punya kendaraan, sudah bisa ekspor pakai kontainer sendiri, dan beberapa bahkan punya perajin lebih dari 10. Saya kalah, hanya 8 perajin,” tutur Ilham.

sumber : detik.com