Jumlah Pelanggan 450-900 VA Berkurang, Subsidi Listrik Turun

Equityworld Futures – Subsidi listrik pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 dipatok

sebesar Rp 48,6 triliun atau turun dari yang dianggarkan pada APBN Perubahan 2016, yaitu sebesar Rp 50,7 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa anggaran yang lebih kecil

karena ada pengurangan jumlah pelanggan yang mendapatkan listrik subsidi.”Tahun depan subsidi listik kita berharap mendapat ada pengurangan jumlah pelanggan dengan sambungan harga bersubsidi,”

kata Suahasil di kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (17/8/2016).Menurut Suahasil, kebijakan tersebut adalah bentuk penataan agar subsidi yang diberikan lebih tepat sasaran.

Sehingga tidak tepat bila dikatakan sebagai pencabutan subsidi.”Jadi subsidi tetap diberikan, bukan nggak diberikan, tetapi jumlah pelanggannya kita berharap lebih rendah. Kenapa jumhlahnya lebih rendah, karena kalau pakai data sekarang 40 juta pelanggan itu , padahal jumlah rumah tangga di Indonesia itu 63 juta,” terangnya.

Penerima subsidi listrik adalah golongan R1-450 VA dan R1-900 VA. Diharapkan proses penyisiran segera dilakukan PT PLN

persero, sehingga rumah tangga yang tidak layak mendapatkan subsidi, bisa dipindahkan ke golongan yang lebih tinggi.”Menata ulang supaya yang menerima subsidi listik itu yang miskin dan tidak mampu. Makanya itu berharap segera

memindahkan pelanggan yang dianggap mampu,” tukasnya.
Penerima subsidi listrik adalah golongan R1-450 VA dan R1-900 VA. Diharapkan proses penyisiran segera dilakukan PT PLN
persero, sehingga rumah tangga yang tidak layak mendapatkan subsidi, bisa dipindahkan ke golongan yang lebih tinggi.”Menata ulang supaya yang menerima subsidi listik itu yang miskin dan tidak mampu. Makanya itu berharap segera

memindahkan pelanggan yang dianggap mampu,” tukasnya.