Equityworld Futures

Setelah logo dan maskot selesai dikerjakan, INASGOC (Indonesia Organizing Committee) Asian Games 2018

mengalihkan fokus kepada pekerjaan lain. Kini mereka berkonsentrasi mengurus sponsor dan pembuatan website Asian Games.

Setelah mendapatkan kritikan, Kementerian Pemuda dan Olahraga merevisi logo dan maskot Asian Games 2018.

Logo dan maskot baru itu diluncurkan tujuh bulan setelah pengumuman pertama.
Selama itu pula masalah administrasi turut tertunda. Sebab, urusan surat-menyurat belum bisa dilakukan.

“Sebab untuk bersurat tentu harus ada lambang. Nah, kemarin itu karena maskot dan logo mau dirombak sehingga banyak

surat-surat penting tertunda,” kata Muddai Madang, wakil presiden Inasgoc dalam obrolan dengan detikSport, Jumat (29/7/2016).

Surat-menyurat itu termasuk untuk urusan sponsor. Pria asal Sumatera Selatan itu mengatakan proses penyuratan tidak bisa

dilakukan karena belum ada logo di dalamnya “Yang jelas setelah peluncuran logo kemarin, pekerjaan INASGOC jadi lebih dinamis dan energik.”

Selain sponsor, INASGOC berfokus untuk merampungkan situs resmi Asian Games. INASGOC manargetkan situs selesai pada awal Agustus.

“Ya minimal rumahnya dululah. Masalah isi website-nya seperti apa, tentu ada pengembangan lagi itu kan sembari berjalannya waktu,” kata Muddai.

Sementara itu Deputi II Bidang Administrasi yang juga penanggung jawab desain dan konten website INASGOC, Francis

Wanandi, menjanjikan website Asian Games bisa diakses dalam waktu empat sampai lima hari ke depan. Saat ini timnya tengah
menggodok nama dan konten yang akan dimasukkan dalam website.

“Secara konsep sebenarnya kami sudah dapat hanya saat ini sedang diredesain oleh divisi promosi. Di dalamnya mau isi apa saja

dan lainnya karena logo juga baru di launching kemarin, jadi empat sampai lima hari kemungkinan sudah terbentuk webnya,” kata dia.

Sumber : detik.com