JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan pelatih Persidafon Jayapura dan Persegres Gresik United, Agus Yuwono, mengaku sudah tiga kali jadi target operasi percobaan pengaturan skor sepanjang kariernya. Agar tim asuhannya mengalah, Agus mendapat tawaran hingga Rp 200 juta.

Pengalaman pertama Agus yakni pada 2013 ketika masih menangani Persidafon. Tim asal Papua itu diminta mengalah dengan selisih dua atau tiga gol dari Persiwa Wamena pada partai Indonesia Super League (ISL).

“Sehari sebelum pertandingan, saya ditawari Rp 150 juta. Ia meminta imbalan skor 0-3 atau 1-3. Saat sudah di Wamena, saya masih dihubungi dan ditambah imbalannya jadi Rp 200 juta,” ungkap Agus dalam acara bertajuk “Testimoni Membongkar Mafia Bola” di Senopati, Jakarta, Rabu (17/6/2015) sore.

Agus mengaku tak menerima tawaran tersebut. Hasil akhir pun tak sesuai permintaan bandar. Persiwa “cuma” menang 1-0 melalui gol penalti (15/7/2013).

Itu terulang satu tahun berselang. Kali ini, Agus berstatus sebagai pelatih Persegres dan tengah bersiap menjalani laga pembuka ISL melawan Persik Kediri di kandang sendiri (3/2/2014).

“Saya didatangi orang asing. Saya ditunjukkan uang Rp 200 juta asalkan mau mengikuti keinginannya. Saya bilang kami mau menang karena ini pertandingan pertama. Ia bilang tak bisa karena sudah diatur,” lanjut Agus.

Pun demikian pada partai melawan Barito Putra (25/2/2014). Agus mendapat tawaran dengan nilai serupa supaya timnya kalah 0-3. Namun, Agus kembali menolak.

Lebih dari itu, Agus merasa janggal dengan kultur di Persegres. Sebab, ia dilarang untuk berdiri di pinggir lapangan. “Yang berada di pinggir harus asisten,” katanya.

sumber : http://bola.kompas.com/read/2015/06/17/22260808/Supaya.Timnya.Mengalah.Eks.Pelatih.Mengaku.Ditawari.Rp.200.Juta?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp