Equity World Futures -Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) segera meluncurkan Program Citarum Bestari (bersih, sehat, indah, lestari) yang dimulai 2 Juni mendatang. Program bersih-bersih sungai yang melibatkan TNI dan Polri ini akan memakan waktu enam bulan dengan anggaran sekitar Rp 13 miliar.”Insya Allah nanti tanggal 2 Juni. Nanti serentak. Ada program patroli dan kerja bakti. Kerja bakti dalam gerakan enam hari pertama itu melibatkan TNI, PNS, relawan,” ujarnya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (23/5/2016).

Menurut Aher, TNI akan berpatroli di sepanjang Sungai Citarum. Jadi, lanjutnya, bukan hanya pembersihan sampah di sungai, namun ada penyadaran bagi masyarakat khususnya masyarakat yang terduga kuat buang sampah ke sungai, baik itu di Citarum induk maupun anak-anak Sungai Citarum.

“Mungkin Citarum kotor itu bisa karena (limbah) rumah tangga, bisa pasar di pinggir Citarum, bisa dari pertokoan di pinggir Citarum. Kenapa kita sebut pertokoan, sebab stryfoam, plastik dan kardus dari mana adanya kalau bukan dari pertokoan,” kata Aher.

TNI juga khususnya polisi militer akan mengecek instalasi pengolahan air limbah (Ipal) perusahaan yang berada di sepanjang Sungai Citarum.

“Patroli TNI ini dilakukan setiap hari, kalau ada yang tertangkap tangan buang sampah ke sungai akan ditegur,” kata Aher.

Apakah akan dikenai sanksi? Menurutnya untuk sementara tidak diberlakukan sanksi, namun difokuskan kepada penyadaran masyarakat untuk mengubah pola pikir mereka. “Orang yang sudah sadar, masih salah juga, lalu diperingati tapi tetap salah juga, nanti disanksi,” tandasnya.

Gerakan Citarum Bestari ini, kata Aher, merupakan program yang menggerakkan masyarakat untuk merawat Citarum bareng-bareng. “Saya sebut gerakannya ’empat tidak’, yaitu tidak buang sampah, tidak buang limbah rumah tangga, tidak buang limbah tanah dan tidak buang sampah industri,” jelasnya.

Program ini akan memakan waktu enam bulan atau hingga Desember. Anggarannya dari APBD. ” Izin dari Kemendagri untuk menggunakan anggaran tak terduga sudah keluar. Hasil hitungannya untuk TNI itu kira-kira, sementara ya, kita harus koreksi lagi, bahkan ditambah lagi, sekitar Rp 13 miliar,” kata Aher.

Aher berharap seluruh masyarakat, terutama di sepadan Citarum, membangun kesadaran bersama-sama untuk tidak membuang apapun ke Sungai Citarum.

“Nanti dari hilir dulu, karena sampah kan dari menjelang Saguling. Sampah itu pasti terbuang dari kawasan-kawasan permukiman. Nah di situlah nanti akan diprioritaskan,” kata dia.

Selanjutnya gerakan Citarum Bestari ini kan menyeluruh hingga 77 kilometer yang berada di Jawa Barat.

Sumber : Detik.com