Mantan Atlet Basket Ini Sulap Kaleng Bekas Jadi Sumber Rupiah
Equityworld Futures -Berawal kecintaannya terhadap dunia seni lukis, Noviarti Muhidir atau yang kerap disapa Nova memanfaatkan kaleng bekas untuk kemudian dilukis sehingga bernilai ekonomi tinggi.
Wanita yang juga dulu sempat membela Tim Basket DKI Jakarta di era 1989 sampai 1993 telah merintis usaha kesenian dan kerajinan yang diberi nama Country Kyra sejak tahun 2000 lalu.
Kini, di usia usahanya yang menginjak umur 16 tahun, mantan atlet basket DKI Jakarta ini sibuk menuntun keempat karyawannya untuk melukis beragam kaleng bekas menjadi hiasan ruangan dan tempat menaruh piranti.”Saya lebih ngedidik mereka untuk melukis 4 orang, mereka punya tugas masing-masing.Ada kaleng mentega, kaleng minyak, kaleng kerupuk,” terang Owner Country Kita, Nova kepada detikFinance saat pameran Inacraft 2016 di JCC, Jakarta, Minggu (24/4/2016).


Lampu hias yang dihasilkan dari kaleng bekas (Ardan/Detik)

Kaleng-kaleng bekas pakai tersebut kemudian dibersihkan dan dicat menggunakan cat acrylic yang ramah pakai untuk perabotan rumah tangga.

“Dicat pakai acrylic, sifatnya non toxic,” tutur Nova.

Nova menyebutkan bahwa penggunaan kaleng bekas belum banyak digunakan untuk produk rumah tangga, sehingga peluang bisnis usaha ini masih terbilang menjanjikan.

Beragam kaleng yang telah cantik dipoles dengan acrylic dapat digunakan sebagai piranti multi fungsi.

“Ada buat tempat baju, mainan, majalah buku, tempat beras multifungsi. Jadi semua kaleng nggak ada yang kebuang semua jadi bermanfaat,” imbuh Nova.


Dari modal ratusan ribu, Nova kini dapat omzet puluhan juta (Ardan/Detik)

Pada awal memulai usahanya, Nova tidak mengalami kesulitan finansial.

Berawal dari keisengannya, kini dirinya mampu mengantongi Rp 20 juta setiap bulannya.

“Modal sebenarnya dikit Rp 250.000. Saya bikin dua kaleng, saya lukis terus bisa saya jual mahal. Dari keisengan aja sebenarnya. Kalau omzet Rp 15 juta sampai Rp 20 juta,” tutur Nova.

Beberapa kendala juga dilaluinya.

Wanita yang memiliki workshop di bilangan Bintaro ini pernah mengalami persaingan usaha dari kompetitornya yang kurang sehat.

“Ada juga meniru terang-terangan.

Kita bantu dia, kita mau kasih ilmu gratis. Begitu sudah bisa banyak yang ngambil saya punya karya dan mencuri pegawai,” terang Nova.


Dari tangan kreatif Nova, limbah kaleng diubah jadi produk seni (Ardan/Detik)

Dirinya pun berpesan bahwa memulai sebuah usaha haruslah dari hal yang unik.

Para entrepreneur juga dituntut untuk terus belajar akan hal baru sehingga dapat memaksimalkan peluang yang ada.

“Pokoknya gini apa aja bisa kita jadiin duit, yang penting mau belajar.

Craft kan udah menggeliat semua, sudah ada jadi ambil. Semua itu harta karun, bikin sesuatu yang unik,” tutup Nova.

sumber : detik.com

Equityworldfutures

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan