Mau Coba Naik Pesawat N219 Made in Bandung? Datang ke Sini
Jakarta -Hari ini, Kementerian BUMN menggelar acara ‘Pameran Indonesia Hebat’ dalam rangka HUT ke-70 Republik Indonesia. Pameran ini diikuti oleh 58 BUMN. Berbagai hasil karya BUMN, seperti panser, pesawat tanpa awak, traktor, dan sebagainya dipamerkan dalam acara ini.

Ada yang cukup menarik perhatian pengunjung, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memajang prototype alias purwarupa dari kokpit, kabin, dan flight simulator pesawat N219 yang ditargetkan bisa mulai diproduksi 2017 mendatang. Pesawat ini dibuat di pabrik PTDI yang berlokasi di Bandung.

“N219 sekarang sudah tahap prototype. Ini potongan dari bagian kabin,” kata Kepala Divisi Pengembangan dan Pemasaran PTDI, Ade Yuyu Wahyuna, saat ditemui detikFinance, di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Sambil menunjukkan purwarupa kabin, Ade menjelaskan, pihaknya masih berupaya mengembangkan lebih jauh purwarupa kabin N219 agar nyaman untuk penumpang. “Yang penting kita jualan kabin dulu, karena yang penting penumpang merasa nyaman. Kalau penumpang nyaman, pasti banyak yang berminat membeli pesawatnya,” tuturnya.

Saat detikFinance memasuki kabin, masih terlalu pendek untuk penumpang dengan tinggi di atas 170 cm. Selain itu, belum terdapat bagasi untuk tas penumpang. Kedua kekurangan inilah yang akan segera disempurnakan PTDI agar kabin semakin nyaman. Tapi, kursi sudah terasa nyaman, tidak sempit dan empuk, kaca samping kabin juga cukup lebar.

“Kita masih improve (pengembangan) terus, masih optimalisasi desain. Kita masih kembangkan bagasi, kita tipiskan bagian atas kabin agar kepala tidak mentok,” ujarnya.

Selain purwarupa kabin, pengunjung juga bisa mencoba menerbangkan pesawat N219 dengan flight simulator yang tersedia di stan PTDI, begitu juga dengan purwarupa kokpit. “Ini protoype kokpit. Kemudian ada flight simulator,” kata Ade.

Ade menambahkan, pesawat N219 ini cocok untuk penerbangan perintis ke daerah-daerah terpencil yang landasannya pendek. Kelas N219 kira-kira sama dengan Twin Otter, tapi lebih baru dan nyaman. Biaya operasi N219 tergolong murah.

“Pesawat ini nantinya untuk penerbangan perintis, daerah yang landing-nya susah. N219 bisa mendarat di landasan pendek, panjang landasan cukup 400 meter. Jadi pesawat ini bisa berhenti di kota-kota kecil,” tutupnya.

Sumber : Detik.com