VIVA.co.id – Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia pada Kamis 30 Juli 2015 diprediksi bergerak variasi. Pasar bakal dipengaruhi rilis laba sejumlah emiten menjelang akhir bulan ini.

“Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak dengan support (batas bawah) 4.690 dan resisten (batas atas) di 4.750 dengan peluang penguatan terbatas,” ujar Analis First Asia Capital David N Sutyanto kepada VIVA.co.id, Kamis, 30 Juli 2015

IHSG sehari sebelumnya bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi. Penguatan IHSG kemarin tertahan di 4.765 menyusul aksi ambil untung di akhir sesi yang membuat IHSG ditutup hanya menguat 6,365 poin di 4.721,121.

“Terbatasnya penguatan IHSG kemarin karena pasar merespons negatif pencapaian laba kuartal dua sejumlah emiten sektoral,” tuturnya.

David menjelaskan, hal ini membuat pengaruh sentimen positif kawasan Asia dan global menyusul redahnya tekanan jual di pasar saham Tiongkok menjadi terbatas.

Sementara bursa global tadi malam melanjutkan penguatannya untuk dua sesi perdagangan terakhir. Indeks Eurostoxx di zona Euro menguat 0,60 persen di 3575,53. Di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,69 persen dan 0,73 persen tutup di 17751,39 dan 2108,57.

Selain dipicu sejumlah isu individual terkait pencapaian rilis laba kuartal dua, kata David, penguatan Wall Street turut dipicu putusan The Fed yang kembali menahan tingkat bunganya di level terendahnya dan pasar menilai The Fed belum akan menaikkan tingkat bunganya pada pertemuan mendatang. Hasil pertemuan The Fed tersebut mengangkat kembali harga minyak mentah di AS yang tadi malam berada di US$48,89/barrel.

“Putusan The Fed yang mengindikasikan kenaikan bunga paling cepat terjadi akhir tahun ini seiring membaiknya pasar tenaga kerja dan perumahan di negara tersebut setidaknya memberikan kepastian bagi pasar dan direspons positif,” ujarnya.

 

Sumber: viva.com