Equityworld Futures – Tak hanya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) saja yang dipercantik, pemerintah juga saat ini tengah membangun jalan paralel perbatasan yang dibangun sejajar dengan garis perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat (Kalbar). Menjajal 12 Km Jalan Paralel Perbatasan RI di Tengah Bukit Terjal

Setelah menyusuri jalan akses dari Pontianak menuju perbatasan Entikong, detikFinance kemudian mencoba untuk menjajal jalan paralel perbatasan tersebut bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rabu (26/4/2017).

Sebelum memasuki PLBN Entikong, rombongan tim memutar setir mobil four whell menuju ke arah barat, atau ke arah wilayah perbatasan Aruk.

Untuk ke arah itu, jalur yang baru bisa dilalui dari Entikong dengan menggunakan kendaraan roda empat baru sepanjang kurang lebih 12 kilometer (km), selebihnya masih belum terhubung atau terpotong di beberapa titik.

Menyusuri empat kilometer pertama, jalanan dapat dilalui dengan mudah karena telah dilapisi dengan aspal baru.

Sangat mulus. Dengan diselimuti awan mendung, perjalanan kala itu cukup mengesankan sekaligus menegangkan.

Mengesankan karena pemandangan yang terhampar sangat menawan.

Dengan posisi jalan yang berada di tengah perbukitan itu, kanan-kiri jalan dipenuhi oleh hutan dan lembah yang hijau yang luas.

Menyusuri jalanan yang mulus pada empat kilometer pertama itu tentu memanjakan mata.

“Pemandangannya bagus, karena di perbukitan. Kita sudah bisa lihat daerah Sarawak (Malaysia) dari perbukitan,” ungkap

Kepala Bidang Preservasi dan Peralatan BBPJN XI, Refly Tangkere di lokasi perjalanan.

Menjajal 12 Km Jalan Paralel Perbatasan RI di Tengah Bukit Terjal
Jalan perbatasan RI (Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance)

Setelah empat kilometer dilalui, jalanan beraspal pun habis.

Perjalanan dilanjutkan dengan jalan tanah dan kerikil dengan jarak sekitar tiga kilometer.

Di situ, bagian menegangkan harus dilalui.

Dengan kondisi jalan yang tak mulus, perjalanan naik-turun bukit perlu dilalui.

Lumayan curam. Apalagi saat melalui jembatan kecil yang hanya terbuat dari kayu, untuk bisa melintasi aliran sungai yang ada di bawahnya.

Perlu kehati-hatian saat melewati jalur tersebut.

Salah sedikit saja, bisa berakibat lumayan fatal, karena kontur jalan yang tak beraturan.

Ditambah lagi, di tengah perjalanan alat besar seperti excavator juga terlihat sedang melakukan beberapa pengerukan tanah, jadi harus ekstra hati-hati.

Tiga kilometer jalan tanah dilalui, jalanan aspal kembali ditemui.

Perjalanan pun dilalui dengan lancar tanpa halangan.

Sekitar 30 hingga 45 menit melakukan perjalanan, rombongan tiba di tempat pemberhentian, yakni di Dusun Merau, Kecamatan Entikong.

Dusun itu merupakan lokasi penduduk pertama yang ditemui rombongan saat melintasi jalan paralel.

Menjajal 12 Km Jalan Paralel Perbatasan RI di Tengah Bukit Terjal
Jalan perbatasan RI (Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance)

 

Di sana perjalanan tak bisa dilanjutkan karena akses mobil hanya mentok sampai di situ.

Sisanya perjalanan bisa dilalui dengan menggunakan sepeda motor, hingga nantinya menemukan jalan besar yang telah dibuka.

Kepala Satker Paralel Perbatasan Kalbar Nanga Badau-Entikong-Aruk-Temajuk, Asep Syarip mengatakan pembangunan jalan paralel perbatasan di Provinsi Kalbar itu memiliki panjang 849,76 km.

Hingga akhir tahun 2017, perkiraan jalan paralel yang akan terbuka mencapai 742,4 km.

“Jadi yang belum terbuka sekitar 107,3 km. Kami bekerja sama dengan TNI AD untuk terus membuka jalan paralel ini,” ungkap Asep.

 

 

 

Equityworld Futures