kmJAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Huawei Indonesia dengan Pemerintah Indonesia untuk membuat pusat inovasi di Indonesia (Innovation Center).

Dalam sambutannya, Rudiantara mengatakan kepada Huawei agar jangan ragu untuk berinvestasi di Indonesia.

“Jangan ragu untuk mengucurkan uang ke Indonesia,” ujar Rudiantara yang disambut oleh tepuk tangan undangan yang menyaksikan penandatanganan MoU tersebut di Jakarta, Selasa (19/5/2015).

Saat ini, diketahui Huawei telah memiliki sekitar 45 Innovation Center yang tersebar di seluruh dunia. Innovation Center itu digunakan untuk melakukan penelitian terkait solusi-solusi TI yang bisa mendukung kegiatan ekonomi.

Menurut Rudiantara, dengan bekerjasama dengan industri teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia, maka Huawei juga berinvestasi dalam hal human capital.

“Penting bagi Huawei untuk menyiapkan masa depan orang Indonesia dengan brain of Huawei,” ujar pria yang kerap disapa Chief RA itu.

Sementara itu CEO Huawei, Sheng Kai mengatakan bahwa strategi membangun pusat inovasi ini merupakan bagian dari strategi global yang dirancang Huawei untuk terus berinovasi dan berekspansi.

Huawei menggandeng beberapa Universitas terkemuka di Indonesia dengan memberikan pelatihan kepada mahasiswanya.

Untuk pembangunan Innovation Center ini, Huawei belum bersedia memberikan detil informasi tentang besarnya investasi uang ditanamkan di Indonesia.

Pemerintah, dalam hal ini Kemenkominfo dan Kemenperin juga rencananya baru akan membuat peraturan tentang rencana investasi Huawei di Indonesia ini.