Jakarta -Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, berencana mengeluarkan aturan moratorium reklamasi pantai. Moratorium yang akan dibuat dalam Peraturan Menteri (Permen) akan membekukan semua izin pengurukan pantai untuk area komersial.

Susi mengatakan, dengan rencana moratorium reklamasi, kementeriannya hanya akan mengizinkan reklamasi pantai hanya untuk peruntukan bandara dan pelabuhan saja. Sementara, untuk pembangunan hotel, apartemen, hingga pusat perbelanjaan tidak diberikan izin.

“Saya sedang wacanakan, ke depan tak ada lagi reklamasi untuk bikin kamar hotel, tidak ada lagi reklamasi buat ATM, tak ada reklamasi buat mal. Saya pikir tanah kita itu masih banyak, kenapa harus ada reklamasi,” ujar Susi ditemui di kantornya, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Rabu (30/9/2015).

Persoalan reklamasi pantai, menurut Susi, sangat berdampak pada kelangsungan ekosistem perikanan laut sehingga menghancurkan mata pencaharian nelayan. Di laut pun, dirinya masih berjuang keras memberantas illegal fishing (pencurian ikan).

“Nelayan kecil itu kasihan. Di laut dalam mereka diserang sama kapal-kapal besar illegal fishing, di darat mereka diserang reklamasi. Jutaan (nelayan) ini mau ke mana, persoalan pembangunan kita selalu identik dengan penggusuran. Pembangunan tak boleh ada stakeholder yang digusur,” jelas Susi.

Susi menyebut, reklamasi pantai yang terjadi saat ini banyak membuat nelayan kehilangan mata pencahariannya. “Ubah profesi itu tidak mudah. Kalau mau bantu yah didik alih profesi, bukan saya tidak setuju (reklamasi),” ungkapnya.

Menurutnya, rencananya melakukan moratorium reklamasi pantai masih dalam pembahasan di kementeriannya sebelum dilaporkan ke presiden. Dirinya tidak ingin nelayan-nelayan di pulau-pulau lain yang masih terjaga saat ini bernasib sama dengan nelayan di Jakarta.

“Membahas dulu alasannya. Background-nya dulu kita laporkan ke pemerintah, ke presiden lah, bos saya kan presiden. Tujuannya mengarah ke proteksi wilayah laut tempat nelayan cari makan. Sekarang kan tidak ada proteksi,” jelas Susi.

sumber : detik.com