Equity World – Enam orang saksi dari jaksa penuntut umum akan dihadirkan di persidangan nanti.

Pengacara terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai tak ada satupun dari enam saksi itu yang berasal dari Kepulauan
Seribu dan menyaksikan langsung pidato kontroversial Ahok pada 27 September 2016 lampau.”Jadi semua saksi-saksi pelapor itu tidak ada satupun yang merupakan penduduk Kepulauan Seribu. Soal mereka membantah
hal ini, itu hak mereka,” kata salah satu pengacara Ahok, Trimoelja D. Soerjadi, kepada detikcom, Selasa (3/1/2017).Sebagaimana diketahui, Ahok berpidato di Pulau Pramuka Kepualauan Seribu pada 27 September dan memuat Al Maidah:51.
Pidato itulah yang kemudian menyeret Ahok ke kasus penodaan agama yang disidangkan ini. Trimoelja menyatakan ada hal
yang tak akan didapat dari kesaksian orang yang tidak melihat langsung suatu peristiwa.”Mereka yang ada di lokasi langsung (di Kepulauan Seribu pada 27 September) tak ada yang masuk jadi saksi (di sidang pagi
ini). Mereka (6 saksi nanti) kan tidak tahu suasana dan konteks waktu itu. Padahal aspek suasana itu kan penting.
Suasana di sana waktu itu santai, tidak ada yang marah,” kata Trimoelja.Dia menyatakan bakal ada klarifikasi langsung atau cross examination dalam persidangan nanti.
Dia akan mendalami keterangan dari saksi-saksi yang dihadirkan pihak jaksa.”Bukti-bukti mereka paling video,” kata Trimoelja yang tak mau mengungkap strateginya di persidangan nanti.Sebelumnya diberitakan, pelapor sekaligus orang yang nanti bersaksi yakni Novel Bamukmin menyatkaan para saksi memang tidak hadir di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016 saat Ahok berpidato.”14 Orang ini semuanya hanya menyaksikan dari video,” kata Novel pada Kamis (29/12/2016) lampau.

Enam orang saksi dari jaksa penuntut umum akan dihadirkan di persidangan nanti.
Pengacara terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai tak ada satupun dari enam saksi itu yang berasal dari Kepulauan Seribu dan menyaksikan langsung pidato kontroversial Ahok pada 27 September 2016 lampau.”Jadi semua saksi-saksi pelapor itu tidak ada satupun yang merupakan penduduk Kepulauan Seribu.