Equityworld futures-Guangzhou,

Warga yang berkesempatan berkumpul dengan keluarga tentu bahagia dapat merayakan meriahnya Idul Fitri bersama.

 

Namun bagi mereka yang anggota keluarganya sakit terpaksa merayakan Idul Fitri di rumah sakit. Pastinya ada rasa rindu dengan kampung halaman. Begitu juga yang dirasakan oleh pasien di St Stamford Modern Cancer Hospital (sebelumnya bernama Modern Cancer Hospital Guangzhou).

Untuk mengobati kerinduan pasien, dokter dan perawat di rumah sakit yang terletak di jantung kota Guangzhou ini berinisiatif membuat perayaan Idul Fitri.

 

Demi menghormati kepercayaan yang dianut oleh lebih dari 10.000 pasien kanker internasional, St Stamford Modern Cancer Hospital rutin menggelar perayaan keagamaan.

“Di sini kebutuhan Anda akan sangat dihormati, pasien diperlakukan seperti keluarga, dengan sambutan yang hangat. Perayaan seperti ini juga dapat membantu mereka untuk mendapatkan sikap positif dan ringan, yang cukup menguntungkan bagi pasien untuk menaklukan kanker,” kata Peng Xiaochi selaku Kepala Dokter St Stamford Modern Cancer Hospital.

Saat detikHealth berkunjung pada Sabtu (2/07/2016), para perawat tengah mempersiapkan perayaan lebaran. Namun daun kelapa muda sebagai salah satu bahan penting untuk membungkus ketupat sulit didapatkan di pasar tradisional Guangzhou. Mereka pun mengganti ketupat dengan aneka panganan segar dan menyehatkan.

 

Secara khusus, sebuah shuttle bus disediakan bagi umat Islam yang ingin menjalankan sholat Idul Fitri di mesjid.

 

Sedangkan siang harinya, perayaan Idul Fitri digelar di cafe lantai dasar rumah sakit. Pasien muslim yang berasal dari Bangladesh, Indonesia, bersama dokter dan perawat ikut andil dalam perayaan Idul Fitri. Mereka semua begitu semangat dan antusias. Tepuk tangan terus mengalir menambah semarak acara.

Sebelum makan dimulai, penerjemah umat Islam membacakan Quran untuk semua orang.

 

Sambil diiringi Dalam musik yang santai dan ceria, semua orang mengobrol sambil makan makanan halal yang sudah tersedia. Berbagai bunga indah, buah-buahan segar dan kue-kue lezat yang disajikan di atas meja, mengisi udara dengan aroma dan juga suasana yang hangat. Berbagi hadiah juga telah disiapkan.

Saat salah satu pasien dari Indonesia datang terlambat dengan kursi roda, seorang pasien dari Bangladesh langsung menghampirinya dan memberi sambutan yang hangat. Bagi mereka sakit penyakit yang diderita tak menjadi alasan untuk bersedih dan mengurung diri di hari raya. Namun merayakan dengan hati ikhlas dan penuh kegembiraan.

 

Sumber: Detik.com