Equityworld Futures – Mobil Low Cost and Green Car (LCGC) dikatakan akan memasuki jilid kedua, yang memaksa untuk setiap pabrikan bisa membuat mobil LCGC lebih irit dan efisien lagi mencapai 22 km/l. Mobil LCGC Harus Tembus 22 Km/L, Ini Kata Daihatsu

sebagai produsen yang memiliki pilihan mobil LCGC pun angkat suara, jika memang keputusan ini benar-benar dilaksanakan.

“Pada dasarnya semua keputusan itu pasti ada implikasinya. Kalau misal sampai tidak bisa ikut, pajak kan naik.

Sampai hari ini LCGC yang menikmati pajak itu bukan kita lho, bukan kita sebagai pembuat tapi customer,” kata Direktur

Pemasaran Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra, di Padang Sumatera Barat.

Kalau sampai itu diterapkan dan katakan LCGC yang sekarang tidak bisa implikasikan, ya pajak naik ya customer bayar lebih,” tambahnya.

Lalu langkah apa yang akan diambil Daihatsu, jika memang jilid kedua LCGC benar-benar diterapkan?

“Ya belum putus kan? Dan bentuknya, masih mau dasar CO2 atau konsumsi bahan bakar kan belum tau.

orang awam kan nggak tau. Paling tahu-nya 1 liter untuk berapa km tesnya kan gampangnya.

Sampai hari ini belum keluar, karena kalau yang tanya peraturan wacana-nya banyak, tapi impelemetasinya belum keluar.

Kita belum bisa ngomong,” ujar Amel.

 

 

Equityworld Futures