Paris – Pihak berwenang Perancis telah melakukan penyelidikan terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk kejahatan perang. Menurut sumber, kejahatan perang tersebut dituduhkan pada Assad antara tahun 2011 dan 2013.

Dilansir dari AFP, Rabu (30/9/2015), jaksa di Kota Paris membuka penyelidikan kejahatan perang pada awal September. Kepada AFP, sumber yang menangani kasus tersebut mengatakan bahwa penyelidikan telah dimulai.

Penyelidikan terpusat pada bukti yang diberikan oleh mantan fotografer tentara Suriah yang mempunyai kode nama ‘Caesar’. Fotografer tersebut membelot dan melarikan diri dari negara itu sejak tahun 2013 dengan membawa 55 ribu foto grafis dari adegan brutal selama konflik berlangsung.

Pengumuman ini muncul setelah empat tahun berlangsung perang di Suriah. Pada sidang umum majelis PBB di New York beberapa hari lalu, Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah beradu argumen terkait penanganan krisis tersebut.

Bergabung dengan Obama, Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan bahwa Assad tidak bisa lagi memainkan perannya di masa depan. Hollande kemudian menyindir sekutu dari Damaskus, Rusia dan Iran.

“Rusia dan Iran mengatakan bahwa mereka ingin menjadi bagian dari solusi,” kata Hollande.

“Jadi kita harus bekerjasama dengan negara-negara tersebut untuk menjelaskan bahwa solusi itu tidak akan melindungi Bashar al-Assad,” lanjut Hollande.

sumber : detik.com