Equityworld Futures – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap dan meledakkan kapal-kapal asing yang mengambil ikan di perairan Indonesia. Nelayan Jawa Tengah Terima Bantuan Kapal dari KKP

 

Sekarang adalah waktunya untuk memberdayakan para nelayan kecil.

“Setelah kita berhasil memukul kapal-kapal asing, maka stok ikan sudah mulai kembali (melimpah).

Saatnya kita berdayakan nelayan-nelayan kecil, salah satunya dengan kapal,” kata Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), KKP, Sjarief Widjaya di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kota Pekalongan, Kamis (9/11/2017).

Saat ini KKP menyalurkan Alat Penangkap Ikan (API) ramah lingkungan untuk nelayan.

Sebanyak 287 paket alat penangapan ikan ramah lingkungan diserahkan untu membantu nelayan Pekalongan, Batang dan Brebes.

Para nelayan juga mendapatkan bantuan kapal, 4 unit kapal ukuran 5 GT dan 10 unit kapal berbobot 10 GT.

“Ini satu wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan tetap menjaga kelestarian sumberdaya ikan di laut,” katanya.

Menurutnya, dengan Alat Penangkap Ikan (API ) ini bukanlah semata program pemerintah, namun juga kebutuhan para nelayan agar usaha produktif dan tetap berkelanjutan.

Menurutnya, di tahun 2016, berhasil melakukan pengadaan 754 kapal, yang semuanya selesainya di tahun 2017.

Ini kapal-kapal tahun lalu. Tahun 2017 kita akan selesaikan 782 kapal lagi untuk nelayan nusantara.

Alat tangkap juga kita bagi, permodalan kita dukung, asuransi nelayan, sertifikat hak atas nelayan kita berikan juga.

Stok ikan terjamin,” katanya.

Pada awalnya, nelayan di Pekalongan khawatir atas batuan kapal dari pemerintah tersebut.

Sebab pemberian kapal tersebut belum bisa digunakan melaut, mengingat kondisi kapal belum lengkap.

Saat ini bantuan sudah lengkap semuanya. Nelayan tinggal memakainya.

“Dulu saat datang, kami kira belum layak, peralatannya kurang lengkap, palka dan tempat jaring belum ada.

Sekarang sudah lengkap, ada jaring, lampu sorot dan lain-lain,” kata salah satu nelayan Pekalongan, Warjo.

Sjarief Widjaya menambahkan kapal-kapal bantuan ke nelayan tersebut, saat diberikan harus sudah siap dioperasionalkan. Nelayan tinggal memakai saja.

“Pada prinsipnya semua kapal-kapal bantuan kita, harus siap dioperasionalkan di laut,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, DJPT juga memberikan bantuan paket premi asuransi nelayan untuk nelayan Batang, Brebes, Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan kepada 12.703 nelayan.

Ditargetkan akhir tahun ini ada 18.300 nelayan yang mendapatkan premi asuransi.

 

 

 

Equityworld Futures