Paris -Imbas dari anjloknya pasar saham China terasa hingga ke mana-mana. Penjualan barang-barang fesyen mewah saja terkena imbasnya.

Pemilik merek fesyen mewah Louis Vuitton, LVMH, mulai mencatat penjualan yang lesu di negeri tirai bambu. Kerugian yang diakibatkan anjloknya saham-saham di bursa China membuat pelaku pasar pengurangi pembelian barang-barang mewah.

“Sudah tentu ini ada hubungannya situasi di pasar saham China pada Juli dan Agustus lalu,” kata Direktur Keuangan LVMH, Jean-Jacques Guiony, dalam keterangan tertulis kepada investornya seperti dikutip CNN, Kamis (14/10/2015).

“Kami sadar betul ketika ada penyusutan aset yang sangat parah, itu pasti mempengaruhi bisnis kami, tidak terkecuali China. Anjloknya pasar saham sudah terasa,” ujarnya.

Omzet perusahaan pun hanya tumbuh tipis, terutama di divisi fesyen. Untungnya terbantu divisi bisnis wine dan minuman.

Selain pasar sahamnya yang anjlok, ekonomi China juga sudah mulai melambat. Gerakan anti korupsi yang diserukan pemerintah China juga membuat penjualan Louis Vuitton makin terganggu.

Louis Vuitton memang merek terkenal yang dikonsumsi hampir seluruh masyarakat kelas atas dunia. Meski demikian, merek sebesar Louis Vuitton pun tidak kebal dair serangan China.

Beberapa bulan lalu, pasar saham China anjlok sangat dalam dan menghilangkan kapitalisasi pasar hingga ribuan triliun rupiah. Jatuhnya pasar saham China ini merambat ke pasar saham negara lain, termasuk Indonesia.

 

Sumber: Detik.com