Equityworld Futures – Upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) melalui pembentukan Fire Free Alliance (FFA) terbilang sukses. Pangkas Angka Kebakaran Hutan Sampai 90%

 

Setelah setahun diluncurkan pada Februari 2016, insiden kebakaran di sekitar lahan konsesi anggota FFA turun hingga lebih dari 90% .

FFA merupakan Aliansi yang beranggotakan perusahaan kehutanan dan perkebunan, LSM dan mitra, yaitu APRIL, Asian Agri, IDH (The Sustainable Trade Initiative), Musim Mas, PM. Haze, Wilmar, Sime Derby, dan IOI Group.

“Kami mengapresiasi upaya swasta untuk mendukung masyarakat lokal agar jangan membakar hutan.

Kami menunggu tindak lanjut program selanjutnya dari FAA, dan kami mendukung mitra-mitra kami,” jelas Asisten Deputi Tata Kelola Perhutanan Menko Perekonomian Prabianto Mukti Wibowo di Acara Press Conference Ulang Tahun FFA di Bromo Room, Hotel Grand Hyatt, Rabu (15/3/2017).

Dia mengatakan, kebakaran lahan dan hutan merupakan isu yang terjadi setiap tahun.

 

Umumnya, hal itu terjadi di 700 desa di tujuh provinsi di Indonesia.

Kebakaran telah menganggu aktivitas masyarakat, sehingga memerlukan insentif yang berdampak tidak hanya terhadap lingkungan tetapi juga kepada sosial ekonomi.

Berdasarkan laporan Bank Dunia, kerugian ekonomi akibat karlahut pada 2015 mencapai Rp 200 triliun dan menyebabkan sejumlah kematian di beberapa lokasi.

“Pemerintah menganggap ini isu serius,” ujar dia.

Manajer Perlindungan Hutan APRIL, Craig Tribolet, menjelaskan saat ini pihaknya telah menggandeng 18 desa dalam program Desa Bebas Api.

Sejak diluncurkan ada 2014, program tersebut mampu menekan kebakaran menjadi kurang dari 50 hektare (ha) dari 1.000 ha pada 2013.

“Sosialisasi kami lakukan mulai dari lingkungan sekolah hingga menggandeng komunitas religius di sana yang mempunyai pengaruh,” ujar dia.

Pada 2016, kelompok sukarela ini telah menggandeng 218 desa untuk menekan kebakaran hutan.

 

Jumlah ini meningkat 756% jika dibandingkan dengan program sebelumnya yang hanya melibatkan 9 desa pada 2015.

Berkat besarnya kontribusi bersama dengan masyarakat ini, para anggota FFA melaporkan penurunan insiden kebakaran antara 50% dan 90% sejak 2015 hingga 2016.

“FFA sebagai sebuah wadah bagi para anggotanya untuk saling bahu membahu mengembangkan strategi-strategi yang paling efektif untuk mencegah dan

mengelola risiko-risiko kebakaran melalui kemitraan jangka panjang dengan masyarakat di Indonesia,” kata Dorjee Sun, Direktur Carbon Conservation

sekaligus Sekretariat FFA.

 

 

 

Equityworld Futures