Kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran sudah mulai terjadi di beberapa ruas jalan. Hal ini membuat PT Pertamina kembali menerjunkan helikopter untuk mengantisipasi terhambatnya distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke SPBU.

Direktur Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, helikopter tersebut dioperasikan Pelita Air salah satu anak usaha Pertamina, fungsinya untuk memberikan informasi suplai BBM terdekat bila terjadi kemacetan di salah satu ruas jalan.

“Helikopter ini untuk membantu memantau kemacetan parah dan penyebabnya sehingga suplai BBM ke SPBU yang bagus dari mana. Misalkan jalur Cikampek Subang macet total karena kecelakaan. SPBU yang biasa disuplai dari TBBM (Terminal Bahan Bakar Minyak) Cikampek, bisa dialihkan suplainya dari TBBM Balongan atau TBBM Ujung Berung, Bandung,” kata Bambang kepada detikFinance, Senin (20/7/2015).

Bambang menambahkan, meski pihaknya juga menggunakan sistem IT seperti Google Map dan Maze, namun aplikasi tersebut hanya terlihat warna merah tanda macet total.

“Tapi tidak ada info kenapa macet, lalu berapa lama kemacetannya. Jadi, selain koordinasi dengan Polda, pada saat arus mudik/balik puncak, jika diperlukan kita pakai helikopter Pelita atau TNI,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tidak hanya soal BBM, untuk mengamankan pasokan elpiji ke pelosok daerah, Pertamina mengandalkan kapal kayu untuk mengangkut truk elpiji. Seperti yang dilakukan di Tenggarong, Kalimantan Timur, Meulaboh di Aceh, dan Matak di Bangka.

“Daerah-daerah tersebut akses jalannya terputus. Tidak bisa dilewati truk-truk pengangkut elpiji maupun BBM. Kami harus menggunakan kapal tongkang kayu untuk angkut truk elpiji, agar bisa mendistribusikan elpiji ke masyarakat di sana,” ujar Bambang.

Tugas mengamankan pasokan elpiji dan BBM pada lebaran tahun ini merupakan tugas yang tidak mudah, apalagi para tim satgas BBM dan elpiji ini terpaksa tidak bisa libur atau berlebaran dengan keluarganya. Apalagi saat ini sudah masuk periode arus balik lebaran.

“Pesan saya, kepada para SVP/VP/GM terkait & Tim Satgas yang bertugas, arus balik sudah mulai. Kelihatannya meski sebagian masyarakat mencoba balik duluan agar tidak terkonsentrasi di hari sama/puncak (Senin, Selasa, Sabtu & Minggu), namun saat ini masih banyak warga yang mudik belakangan via darat akibat gangguan penerbangan,” kata Bambang

Ia meminta jajarannya meningkatkan kewaspadaan, evaluasi dan terus memantau stok (TBBM & SPBU) dan lakukan langkah antisipasi secara dini.

“Keberhasilan kita dalam penyediaan BBM & LPG untuk mensukseskan arus mudik, jangan sampai ternoda di arus balik ini. Atur istirahatnya secara bergantian, fokus dan sungguh. Jangan lupa berdoa,” pesan Bambang.

 

Sumber: Detik.com