Equity World Futures – Badan PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dalam lapora tahunannya menuturkan bahwa sampai saat ini Israel masih menjadi sumber utama penderitaan warga Palestina. Pendudukan Israel di wilayah Palestina telah membuat kondisi kemanusian di wilayah pendudukan benar-benar buruk.
“Pada 2015, penyebab utama kerentanan kemanusiaan di Palestina tetap tidak berubah dan langsung terkait dengan pendudukan berkepanjangan Israel, yang sekarang mendekati tahun ke-50,” bunyi laporan OCHA, seperti dilansir Fars News pada Senin (13/6).

“Situasi terus ditandai dengan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional oleh semua pihak, penolakan sistematis hak-hak warga Palestina dan konflik berkepanjangan, diselingi oleh wabah kekerasan,” sambungnya.

Menurut OCHA, wilayah dengan kondisi kemanusian paling adalah  Gaza, di mana penderitaan yang dihasilkan lebih dari 2000 aksi kekerasan, dengan hampir 90.000 warga Palestina masih mengungsi selama paruh kedua tahun 2015. Hal ini menurut OCHA diperparah oleh blokade yang dilakukan oleh Israel, penutupan perbatasan Rafah penumpang, dan oleh konflik internal Palestina. ”

“Kondisi ini terus menyebabkan krisis perlindungan yang berlarut-larut dengan konsekuensi kemanusiaan, di mana Palestina menghadapi berbagai ancaman yang melemahkan kemampuan mereka untuk hidup mandiri dan mencegah menikmati hak mereka, termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri,” ucapnya.

“Pada akhir 2015, 4,8 juta warga Palestina diperkirakan akan terpengaruh oleh situasi ini, dengan 2,3 juta membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk 1,3 juta di Gaza,” pungkas OCHA.

Sumber : International.sindonews.com