Equityworld futures-Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri mengungkap kasus pemalsuan data kartu kredit atau bisnis gesek tunai. Bagaimana pelaku mendapatkan data nasabah untuk dipalsukan?

“Saya bisa tak jelaskan karena bisa jadi preseden buruk. Intinya mereka cari data nasabah. Jika sudah dapat maka dia pindahkan data nasabah itu kedalam mesin komputer, lalu di-copy di mesin skimer lalu jadilah kartu yang siap digunakan,” kata Dir Tipideksus Brigjen Agung Setya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (10/6/2016).

Agung menjelaskan para pelaku melakukan aksi ini sejak tahun 2014 lalu. Lalu, apakah nasabah menyadari kalau kartu kreditnya telah digandakan?

Dir Tipid Eksus Bareskrim Brigjen Agung Setya

“Ada mekanisme bahwa bank akan memberitahu kalau ada transaksi. Jika tidak maka bank tidak akan menghubungi nasabah. Bank sudah memberitahu kalau ada transaksi,” ujarnya.

Adapun modus yang digunakan pelaku, Agung mengatakan, pelaku awalnya menyiapkan kartu debit yang sudah tidak terpakai atau kartu putih yakni sejenis kartu debit yang ada magnetik stripe namun belum ada logo bank.

“Kemudian kartu itu dimasukkan data berupa nomor, nama dan bank penerbit kartu kredit dengan cara mengcopy paste data yang ada pada website ke program skimmer di laptop yang sudah dihubungkan dengan mesin skimer,” kata Agung.

Setelah data tercopy, lanjut Agung, tersangka langsung menggesek kartu kredit yang sudah disiapkan pada mesin skimer dan data pun berpindah.

“Pelalu RF bekerjasama dengan pemilik EDC, setelah cair uang dibagi dua,” tutupnya.

 

 

Sumber: Detik.com