Equity World Futures -Penerimaan pajak hingga akhir Mei 2016 mencapai Rp 364,1 triliun, setara 26,8% dari target Rp 1.360,2 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), mengakui setoran pajak ke negara saat ini masih lesu. Maka dari itu diharapkan program pengampunan pajak alias tax amnesty bisa berjalan bulan depan.

“Kita mengharapkan bisa selesai lah pada setidak-tidaknya Juni ini. Mudah-mudahan bisa selesai (dibahas dengan DPR),” kata JK di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2016).

JK mengatakan, jika penerimaan negara dari setoran pajak berkurang, maka mau tidak mau anggaran belanja pun harus dipangkas.

“Apabila penerimaan tidak mencukupi otomatis pengeluarannya juga diturunkan. Itu kan anggaran selalu begitu. Jadi aspek penerimaan di sebelah kanan, di sebelah kirinya pengeluarannya, ya kalau kirinya kurang masuk ya kanannya harus dikurangi pengeluarannya,” jelasnya.

Meski demikian, kata JK, Pemerintah berusaha untuk tidak memotong anggaran belanja terlalu banyak. Apalagi untuk program-program yang jadi prioritas Pemerintah.

“Kita mengusahakan pada tahap pertama yang prioritas tidak dikurangi. Prioritas itu infrastruktur dan tentu kewajiban-kewajiban pokok, seperti gaji pegawai, kesehatan tidak dikurangi. Yang dikurangi ialah, seperti tadi, biaya perjalanan, seminar, peninjauan, apapun seperti itu yang memang kalau belum cukup belanja barang harus diturunkan. Seperti itu,” ujarnya.

Sumber : detik.com