Equityworld Futures

Maklumat Kepala Kepolisian Daerah Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi kepada para pengikut

Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah yang tersisa agar segera turun gunung,
mulai membuahkan hasil. Sejak Santoso tewas pada Senin, 18 Juli 2016, satu per satu pengikutnya menyerah.Pada Minggu (7/82016) kemarin satu lagi pengikut Santoso yakni Taufik Hidayat alias Salman alias Opik turun gunung.

“Pada hari Minggu tanggal 7 Agustus 2016 sekitar pukul 15.15 Wita di Dusun Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir,
Kabupaten Poso, telah menyerahkan diri DPO atas nama Salman alias Opik,” kata Rudy melalui keterangan tertulis, Senin (8/8/2016).Salman, kata Rudy, adalah pengikut MIT ketiga yang turun gunung pasca meninggalnya Santoso.

Keinginan untuk turun gunung itu datang dari Salman sendiri yang dia sampaikan kepada salah satu warga di Dusun Tamanjeka pada Minggu pukul 11.30 Wita.Petugas Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) yang mendapatkan laporan

tersebut langsung meneruskan informasi ke Tim Satgas 1 Operasi Tinombala TNI-Polri 2016.Mendapat laporan tersebut, Tim Satgas 1 Tinombala didampingi oleh Bhabinkamtibmas Dusun Tamanjeka menemui warga

yang memberikan informasi untuk mengatur Salman turun gunung.”Pada pukul 15.15 Wita DPO Salman alias Opik berhasil diturunkan dengan dijemput oleh Satgas 1 selanjutnya dibawa Ke Mako

Polres Poso. Pada pukul 17.30 Wita DPO atas nama Salman alias Opik diserahkan kepada Satgas Investigasi untuk dilakukan
pemeriksaan kesehatan serta identifikasi,” kata Rudy.Dua hari sebelumnya, Jumat (5/8/2016), satu anak buah Santoso bernama Jumri alias Tamar juga menyerahkan diri.

Jumri adalah orang kedua yang menyerahkan diri setelah Santoso tewas.
Sumber : detik.com