pengusaha taiwan produk ramah lingkunganAsosiasi pelaku industri green product (ramah lingkungan) asal Taiwan berharap mendapat respon pasar di Indonesia. Direktur Divisi Ekonomi dari Kantor Dagang Taiwan di Indonesia, Tsai Yun Zhuong, mengatakan, meski Indonesia merupakan satu dari sepuluh negara tujuan ekspor terpenting Taiwan, namun para pengusaha mengakui tidak mudah memasarkan produk ramah lingkungan, yang memang punya harga jual lebih mahal dari produk pada umumnya.

Memang itu adalah konsekuensi dari produk ramah lingkungan. Artinya, orang harus membayar lebih untuk menyelamatkan lingkungan. Sayangnya, memang tidak semua orang yang sudah memiliki kesadaran seperti ini, kata Tsai, ditemui dalam Taiwan Green Products Pavilion, di Grand City Surabaya, Selasa (20/5/2014) kemarin.’

Menurut Tsai, Taiwan sendiri sudah mengkampanyekan penggunaan produk-produk ramah lingkungan sejak 2009. Industri di Taiwan, menurut Tsai, kini sudah lebih siap memasuki industri ini, karena sudah lebih dulu memulai.

Industri dua produk ramah lingkungan, yakni lampu LED dan panel solar di Taiwan misalnya, kata Tsai, kini ada di posisi dua besar dunia.

Produk ramah lingkungan bagaimanapun adalah produk untuk masa depan. Jadi kami harus memulai ini. Memang tujuan utama penjualan masih di Eropa, karena disana kesadaran orang-orangnya terhadap kampanye penyelamatan lingkungan sudah begitu tinggi, aku Tsai.

Dalam pameran di Grand City yang akan berlangsung hingga Jumat (24/5/2014) mendatang ini pelaku industri Taiwan memamerkan karya mereka, seperti tekstil dari ampas kopi, atau shampo dengan botol yang bisa menjadi pohon bila ditanam dalam tanah. Dari pameran ini, mereka berharap menarik calon distributor untuk pasar Indonesia. (Aji Bramastra)

 

Sumber : tribunnews.com