Demi Pensiun Usia 43 Tahun, Pasangan Ini Ngirit dan Mendapatkan Rp 13 M

Equitywolrd Futures -Carl dan Mindy pada 2013 lalu memutuskan untuk berhemat untuk mencapai tujuan mereka,

pensiun di umur 43 tahun. Mereka menargetkan mendapatkan hasil investasi US$ 1 juta atau Rp 13 miliar di 2017,

atau saat Carl berumur 43 tahun.

Carl Farnoosh Torabi merupakan seorang programmer yang ingin mengakhiri masa kerjanya dengan cepat, dan pensiun dengan bahagia.

“Aku berumur 38 tahun pada waktu itu, dan aku berpikir tidak ada hal yang bisa aku lakukan sampai aku berusia 62 atau 65,

atau di usia berapa pun di saat orang-orang memasuki masa pensiun,” kata Carl yang tahun ini berusia 42 tahun, dilansir dari
CNBC, Selasa (23/8/2016).

Pasangan dengan dua anak ini menanamkan tekad keras, untuk berinvestasi dan mendapatkan US$ 1 juta di Februari 2017,

serta bebas utang. Tekad ini dijalankan dalam 1.500 hari ke depan sejak 2013 lalu.

Tak disangka, mereka mendapatkan US$ 1 juta lebih cepat dari target, yaitu di April 2016. Pada Februari 2017 mendatang,

pasangan ini menargetkan US$ 1,12 juta dan langsung pensiun.

Kabar baiknya, siapa pun bisa melakukan hal yang sama seperti pasangan ini. Anda tidak perlu menjadi seorang pegawai bank

yang mampu mengantongi jutaan dolar. Hanya dibutuhkan keputusan yang cerdas dalam menabung dan berinvestasi.

Dan terbukti bagaimana Carl dan Mindy memutuskan diri pensiun dini menjadi suatu kenyataan.

Mereka tahu persis berapa jumlah uang yang mereka butuhkan untuk menikmati hari pensiun dengan tenang.

Pasangan suami istri ini mulai menghitung berapa pengeluaran mereka.

“Saya dan istri menulis semua pengeluaran kami dalam sebuah buku,” jelas Carl dalam blognya.
“Setiap kali kami selesai belanja atau membayar tagihan, kami menghitung itu semua,” tambahnya.

Berdasarkan perhitungan mereka, biaya hidup yang mereka butuhkan sebesar US$ 24.000 per tahun.

Amannya, mereka mengalokasikan dana tambahan sebesar US$ 6.000 dan menambah perkiraan menjadi US$ 30.000 per tahun.

Dengan menggunakan ‘aturan 4%’, aturan ini dapat membantu anda untuk menentukan jumlah penarikan tunai dari tabungan pensiun setiap tahunnya tanpa takut kehabisan.

Angka ini sangat ampuh untuk diterapkan.

“Berdasarkan aturan 4%, saya memerlukan sekitar US$ 800.000 untuk pensiun tanpa adanya utang.

Namun, saya sangat ingin membiayai pendidikan anak-anak saya hingga ke bangku kuliah,
jadi saya menaikkan biayanya menjadi US$ 1.000.000,” tulis Carl di blognya tahun 2013.

sumber : detik.com