Pernyataan Ahok dari Masa ke Masa Soal Independen atau Parpol
Foto: Ari

Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) awalnya menegaskan akan maju lewat jalur independen dengan segala risiko.

Namun saat sejuta KTP dukungan terkumpul, Ahok malah kemungkinan besar memilih jalur parpol. Konsistensi Ahok pun mulai dipertanyakan.Pengumpulan KTP dukungan yang dilakukan Teman Ahok memang diarahkan untuk memastikan Ahok maju di Pilgub DKI 2017 mendatang. Kini saat tiga parpol yakni NasDem, Hanura, dan Golkar menerbitkan SK memastikan dukungan dan siap mengusung Ahok, cagub DKI incumbent ini pun tak ada keraguan lagi menyatakan siap diusung parpol.”Kita mah siap saja selama partai bisa yakinkan Teman Ahok bahwa pasti calonkan saya, kita bisa ikut parpol,” ucap Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (20/6/2016).

Berikut pernyataan Ahok dari masa ke masa soal siap maju independen dan kemungkinan diusung parpol:

Ahok: Saya Menempuh Jalur Independen dengan Segala Risiko

Pada awal Teman Ahok mengumpulkan KTP, Ahok menegaskan dirinya akan maju lewat jalur independen apa pun risikonya.

“Saya akan menempuh jalur independen, dengan segala risiko. Sekarang kan saya sudah independen lawan semuanya (oknum koruptor dan sebagainya),” ujar Ahok di Hotel Millenium, Jl Fachruddin 3, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2015).

Ahok juga berjanji tidak akan mengecewakan Teman Ahok yang berjuang mencarikan tiket untuknya. “Jadi gini, Teman Ahok itu berusaha mendapatkan tiket untuk saya (lewat jalur) independen. Kalau mereka bisa mendapatkan independen tentu saya tidak boleh mengecewakan mereka. (Mereka) Orang yang sudah berjuang sebelum orang lain menyatakan dukungan,” ujarnya

Berdasarkan putusan MK, syarat jumlah dukungan minimal KTP yang harus terkumpul untuk calon tunggal di Jakarta sebanyak 7,5 persen dari jumlah DPT DKI 2012 sebanyak 7 juta. Jadi kira-kira KTP yang dibutuhkan Ahok 525 ribu lembar. Saat itu Teman Ahok baru mengumpulkan 360 ribu KTP yang dikumpulkan sebagai dukungan. Saat itu baru NasDem yang sudah memastikan mendukung Ahok.

Ahok: Sudah Cukup KTP Dukungan Buat Maju Independen

Memasuki tahun 2016, KTP dukungan Ahok semakin kuat. Di bulan Februari 2016, dukungan sudah menembus 678.749 KTP.

“Kan sudah cukup (jumlah KTP dukungan) sekarang buat maju,” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (9/2/2016).

Memang, syarat minimal 532 ribu KTP sudah terlampaui. Namun Ahok dan Teman Ahok ingin memastikan dukungan sebanyak sejuta dulu sebelum deklarasi pencalonan sebagai cagub rencananya pada 1 Mei nanti. Nah saat itu Ahok mulai mengulur target jadi sejuta KTP.

“Kayaknya sih kalau (KTP dukungan) terkumpul sejuta ya maju independen,” kata Ahok.

Ahok: Kita Tetap Independen

Di akhir Februari 2016, Ahok kembali menegaskan dirinya akan maju lewat jalur independen. Dia menghargai perjuangan Teman Ahok yang berjuang setengah mati.

“Saya kira kita tetap independen diutamakan, Teman Ahok. Kita pasti (independen). Orang sudah berjuang setengah mati kok,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (29/2/2016).

Maju lewat jalur independen, kata Ahok, tetap akan dia utamakan meski ada isyarat PDIP bakal memberikan dukungan. Pilihan terakhir adalah mempertemukan PDIP dengan Teman Ahok. “Iya (PDIP mendukung), tapi kita harus menghargai juga (Teman Ahok). Maka kita juga harus pertemukan dua sisi ini,” tegas Ahok.

Ahok sempat mengajak Djarot Saiful Hidayat maju Pilgub bersamanya. Namun demikian pada akhirnya kandas setelah Teman Ahok mendorong Ahok-Heru Budi Hartono maju lewat jalur independen.

Ahok: Kiri-Kanan Mantap Saja

Waktu terus bergulir dan KTP dukungan terhadap Ahok semakin banyak. Namun rupanya bertambahnya KTP dukungan juga diiringi bertambahnya dukungan parpol, setelah NasDem ada Hanura merapat, Golkar pun mulai memberi sinyal bagus. Ahok menghadiri Musda Golkar sembari bicara kanan-kiri, independen maupun parpol oke.

“Ya kan partai nunggu musda. Saya diundang ya hadir,” kata Ahok saat tiba di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (19/6/2016).

Ahok mengenakan batik warna kuning dan terlihat akrab berbincang dengan Ketua Umum Golkar Setya Novanto. Sebelumnya Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono saat diwawancara terpisah juga menyebut bahwa dalam musda akan ditentukan apakah akan dukung Ahok di jalur independen atau lewat mekanisme partai politik.

“Saya mantap-mantap saja. Kiri-kanan mantap saja,” ucap Ahok ketika diminta pendapat soal pernyataan Agung itu.

Ahok Siap Diusung Parpol

Nah, pengumpulan KTP dukungan untuk Ahok mencapai puncaknya pada 19 Juni 2016. Sejuta KTP yang disebutkan Ahok benar-benar tercapai. Namun antiklimaks, Ahok justru memberi penegasan siap diusung parpol.

“Kita mah siap saja selama partai bisa yakinkan Teman Ahok bahwa pasti calonkan saya, kita bisa ikut parpol,” ucap Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (20/6/2016).

Ahok pun mengungkap bahwa pengumpulan KTP dukungan kepada dirinya bukan karena melawan parpol. Dia bisa maju lewat jalur parpol kalau parpol bisa meyakinkan Teman Ahok dan para pendukungnya.

“Kebanyakan orang yang ngumpulin KTP ini bukan orang yang memaksa saya untuk melawan parpol loh, bukan loh. Mereka tahu saya kan juga orang parpol. Saya juga nggak pernah menyangkal kok,” kata Ahok.

Teman Ahok mengumpulkan KTP dukungan untuk memberi kepastian Ahok maju Pilgub DKI. “Waktu dengan PDIP Teman Ahok juga setuju kok pakai PDIP, dia setuju. Cuma dia bilang kalau ternyata di tengah jalan partai itu tidak mencalonkan, mereka enggak keburu lagi menyiapkan pencalonan saya,” imbuh Ahok.

Lalu apakah Teman Ahok rela perjuangannya mengumpulkan sejuta KTP ditebus dengan kata-kata siap diusung parpol? Ternyata Teman Ahok juga mulai melunak, mereka mulai membaca arah angin. Mereka juga makin realistis menghadapi Pilgub DKI.

“Kalau katakanlah jalur independen itu terlalu berat dan banyak hambatan mereka siap untuk menjadi semacam bisa melalui jalur parpol dan itu cukup. Kita masih lihat perkembangannya kayak bagaimana,” kata juru bicara Teman Ahok Amalia Ayuningtyas di Kantor Sekretariat Teman Ahok, Graha Pejaten, Jakarta Selatan, Minggu (20/6/2016) malam.

Tiga Parpol Siap Mengusung Ahok

Setelah itu proses begitu cepat, Partai Hanura dan Golkar menerbitkan SK memastikan mendukung dan mengusung Ahok di Pilgub DKI. Partai NasDem ternyata juga sudah mengeluarkan SK yang sama jauh-jauh hari.

Di saat Ahok mantap di jalur parpol, konsistensi Ahok mulai dipertanyakan. Ahok dianggap tergiur dengan godaan parpol, padahal ada sejuta amanah warga DKI yang mendukungnya di jalur independen.

Menurut survei yang dilakukan Populi Center, sebanyak 33,2% warga DKI mendorong Ahok maju lewat jalur parpol. Hanya 38,5% pendukung Ahok yang telah memberikan KTP dukungan rela Ahok maju lewat jalur parpol. Lalu apakah Ahok kini akan menempuh jalur parpol dengan segala risikonya?

Simpan

Simpan