Equity World – PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menegaskan belum berniat menjajakan sahamnya di pasar modal Indonesia. Persib Bandung Tepis Isu Masuk Pasar Modal

 

Meskipun PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sinyal, ada 2 klub sepakbola yang berniat melakukan pencatatan saham perdana.

Komisaris Persib, Zainuri Hasyim, mengaku tidak ada pembicaraan apa pun di internal terkait rencana IPO.

Klub sepakbola tersebut saat ini hanya fokus pada pertandingan yang dilakoni Persib saat ini.

“Memang belum ada pembicaraan sampai ke situ. Dari direksi juga belum ada rencana IPO,” tuturnya saat dihubungi detikFinance, Kamis (9/3/2017).

Menurut Zainuri, masih banyak yang perlu dibenahi jika sebuah perusahaan klub sepakbola seperti Persib mau merumput di pasar modal.

Seperti pemenuhan persyaratan unsur transparansi dan keterbukaan, serta pembenahan standarisasi akuntansi pembukuan keuangan.

“Persyaratan IPO saja belum terpenuhi. Kita harus benahi dulu, seperti apa persyaratannya,” ujarnya.

Pihak BEI pun mengakui, klub sepakbola yang ingin menjadi emiten di pasar modal harus membenahi laporan keuangan terlebih dahulu.

Sebab selama ini pembukuan laporan keuangan klub sepakbola masih memasukkan pemain sebagai beban operasi di neraca keuangan.

Padahal seharusnya pemain sepakbola masuk ke dalam aset pembukuan keuangan.

Sebab klub sepakbola bisa mendapatkan keuntungan ketika nilai pemainnya meningkat saat dijual kembali di kemudian hari.

Klub sepakbola yang dijuluki ‘Maung Bandung’ itu sebenarnya pernah menunjukan minat serius untuk melakukan IPO di 2012.

Persib menargetkan bisa mengantongi dana segar hasil IPO sebesar Rp 200 miliar dari 45% saham yang akan dilepas.

Namun niatan tersebut terganjal lantaran adanya kisruh di tubuh PSSI. Padahal Persib sudah menunjuk 3 penjamin emisi, yakni Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan Buana Capital.

“Memang dulu pernah ada pembicaraan, tapi setelah itu enggak ada informasi lagi dari teman-teman direksi.

Kenapa harus terburu-buru, karena bawa nama baik, kami benahi dulu,” tukas Zainuri.

 

 

 

Equity World