Equityworld futures – Jakarta -Subsidi untuk elpiji akan dikurangi secara bertahap oleh pemerintah. Ingat, Elpiji 3 Kg Itu Hak Orang Miskin

 

Saat ini sudah dilakukan uji coba sistem distribusi tertutup untuk elpiji 3 kg di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

PT Pertamina (Persero) mendukung penuh kebijakan pemerintah yang ingin subsidi energi, termasuk elpiji 3 kg, benar-benar tepat sasaran.

Sejalan dengan pemerintah, Pertamina pun telah melakukan langkah-langkah untuk menekan kebocoran subsidi.

Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa subsidi adalah hak orang miskin, masyarakat yang mampu tidak berhak menerima subsidi.

Secara persuasif, Pertamina mendorong masyarakat yang mampu untuk membeli elpiji non subsidi.

Bright gas ukuran 5,5 kg dibuat untuk mendorong konsumen yang kaya beralih, tidak lagi mengonsumsi elpiji 3 kg.

“Bagaimana pun juga elpiji 3 kg subsidi untuk rakyat miskin. Kami akan berusaha mendidik rakyat bahwa itu haknya orang miskin, jangan diambil.

Sifatnya jadi persuasif, sifatnya imbauan,” kata Bambang kepada detikFinance, di Jakarta, Senin (12/9/2016).

Menurut Bambang, persuasi yang dilakukan Pertamina cukup berhasil menyadarkan masyarakat.

Konsumsi elpiji 5,5 kg terus merangkak naik, banyak konsumen yang berpindah dari elpiji 3 kg.

Sampai akhir tahun ini, ditargetkan bright gas 5,5 kg dapat menekan konsumsi elpiji 3 kg hingga 600.000 ton.

Dengan rata-rata subsidi elpiji sebesar Rp 5.000/kg, maka uang negara yang dapat dihemat dari adanya bright gas 5,5 kg mencapai Rp 3 miliar.

“Bagus lah, banyak yang sadar, buktinya konsumsi bright gas 5,5 kg naik terus. Target saya kayaknya 600.000 ton tahun ini mungkin bisa terserap.

 

Sampai saat ini mungkin sudah terserap 300.000 ton,” papar Bambang.

Selanjutnya, Pertamina juga berencana meluncurkan elpiji 3 kg non subsidi.

Peluncurannya akan dilakukan bila pemerintah membatasi konsumsi elpiji subsidi hanya untuk 15,5 juta rakyat miskin.

Pemerintah berencana menerapkan hal ini pada 2018.

Elpiji 3 kg non subsidi akan dijual dengan harga sekitar Rp 30.000 per tabung.

“Kalau itu distribusi tertutup berarti benar-benar untuk rakyat miskin.

Kalau 5,5 kg mahal, saya keluarkan lagi elpiji 3 kg khusus yang non subsidi. Harganya sekitar Rp 30.000 per tabung,” pungkasnya.

 

 

Sumber: detik.com