Equity World Futures – Sebagai salah satu persiapan untuk proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur yang akan menambah kapasitas kilang dari 260.000 barel per hari (bph) menjadi 360.000 bph, PT Pertamina (Persero) akan memindahkan sejumlah pekerjanya yang bermukim di depan kilang.

Sepertiga dari lahan perumahan akan digunakan untuk RDMP Balikpapan. Para pekerja dari pemukiman tersebut akan dipindah ke apartemen 24 lantai setinggi 91 meter. Apartemen ini nantinya akan menjadi gedung tertinggi di Balikpapan.

“Pembangunan apartemen harus selesai 31 Maret 2017. Apartamen terdiri dari 4 tower,1 tower ada 24 lantai, tingginya 91 meter. Ini akan menjadi bangunan tertinggi di Balikpapan. Dibangun di depan Hotel Blue Sky,” kata Direktur Pengolahan Pertamina, Rachmad Hardadi, saat ditemui di Kilang Balikpapan, Kamis (9/6/2016).

Pembangunan apartemen untuk pekerja Pertamina yang nilai investasinya mencapai Rp 479 miliar ini sudah dimulai dari sekarang.

“Apartemen ini kami dedikasikan untuk pekerja Direktorat Pengolahan Pertamina, jadi bukan untuk umum. Kilang (Balikpapan) ini makin besar dan makin kompleks ke depan, kalau pekerja bermukim dekat kilang maka pengoperasian bisa lebih baik. Pekerjaan sudah dimulai, penancapan paku bumi sudah berjalan,” tuturnya.

Pembangunan apartemen ini, sambungnya, harus segera diselesaikan sebelum 31 Maret 2017 karena proyek RDMP Balikpapan akan dimulai pada pertengahan 2017.

“Pertengahan 2017 RDMP Balikpapan sudah mulai, kita hanya punya waktu 2 tahun sampai kilang dioperasikan akhir 2019. Lelang EPC kilang Balikpapan akhir tahun ini, pakai beauty contest, pertengahan 2017 mulai (konstruksi),” ujar Rachmad.

Sebagai informasi, proyek RDMP Balikpapan sudah direncanakan sejak penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pertamina dengan JX Nippon pada 10 Desember 2014. Namun dalam perjalanannya Pertamina akhirnya memutus kerja sama dengan JX Nippon karena tak mau proyek strategis ini mundur terus.

Proyek RDMP Balikpapan akan dibagi dalam 2 tahap. Tahap pertama dimulai 2017 dan selesai 2019, kapasitas kilang Balikpapan akan bertambah 100.000 bph. Biaya investasi pada tahap pertama adalah US$ 2,6 miliar.

Pada tahap kedua yang dimulai 2020 dan rampung 2022, kualitas BBM yang dihasilkan kilang Balikpapan akan menjadi lebih baik karena dapat mengolah minyak mentah dengan kadar sulfur tinggi. Biaya investasi untuk tahap kedua ini US$ 2 miliar.

Sumber : detik.com