Jakarta -Pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian (naik atau turun) harga bahan bakar minyak (BBM) pada September ini. Namun, bila mengacu pada hitungan PT Pertamina (Persero) harusnya harga Premium bulan ini naik. Ini hitung-hitungannya.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengungkapkan, bila mengikuti perhitungan Harga Indeks Pasar (HIP) berdasarkan harga rata-rata Mean of Plats Singapore (MOPS) satu bulan, maka harga Premium harusnya Rp 7.700/liter. Sedangkan khusus untuk Jawa Bali Rp 7.800/liter.

“Perhitungan harga jual eceran Premium kalau kita ambil dari satu bulan dari 25 Juli-24 Agustus, MOPS-nya US$ 65,31 per barel dan kurs rata-rata Rp 13.562/US$. Jatuhnya harga eceran Rp 7.700, itu non Jawa-Bali,” ungkap Dwi dalam rapat dengan Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR, di Ruang Rapat Komisi VII DPR, Senayan, Selasa (1/9/2015).

Dwi mengatakan, tapi bila menggunakan mekanisme perhitungan harga BBM dalam 3 bulan sekali, maka jatuhnya harga Premium di SPBU lebih mahal yakni Rp 8.450/liter, atau bila menerapkan mekanisme harga BBM naik per 6 bulan sekali, maka harga Premium September ini Rp 8.350/liter.

“Kalau diambil 3 bulan sekali yakni 25 Mei-24 Agustus maka rata-rata MOPS US$ 72,92 per barel, jatuhnya Rp 8.450 per liter. Kalau 4 bulan sekali 25 April-24 Agustrus maka MOPS-nya US$ 74,50 per barel dan kurs Rp 13.273, maka jatuhnya harga Premium di luar Jawa-Bali Rp 8.600/liter. Bahkan kalau ditetapkan mekanisme 6 bulan sekali dengan perhitungan harga MOPS 25 Februari-24 Agustus US$ 72,91 per barel dengan kurs Rp 13.156, maka harga ecerannya Rp 8.350/liter,” tutup Dwi.

Seperti diketahui, harga Premium saat ini Rp 7.300/liter untuk wilayah luar Jawa-Bali, sedangkan di Jawa-Bali Rp 7.400/liter.

sumber : detik.com