Equityworld Futures

Jumlah Calon Jemaah Haji (CJH) di Provinsi Riau tahun 2016 atau 1437 H berjumlah 4.075 orang.

Dari jumlah tersebut, diperkirakan 74,07 persen berisiko tinggi.

Demikian disampaikan Kadis Kesehatan Provinsi Riau, Andra Sjafril,

dalam di sela pelepasan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPHI) Riau, Senin (1/8/2016) di Pekanbariu.

Andra menjelaskan, jumlah CJH asal Riau tahun 2016 ini sebanyak 4.057 dimana 39,57 persen

kategori usia lanjut di atas 50 sampai 59 tahun. Sedangkan pada usia 60 tahun ke atas mencapai 26,90 persen.

Dari pemantauan kesehatan haji Provinsi Riau, lanjut Andra,

tercatat 74,07 persen calon jemaah haji risiko tinggi. Rinciannya 29,28 persen karena umur ditambah lagi penyakit 7,32 persen. Ditambah lagi risiko tinggi karena penyakit sebesar 63,39 persen.

“Untuk itu petugas TKHI dan PPIH harus benar-benar memperhatikan para calon jemaah haji kita.

Saat ini kita melepas 33 tenaga TKHI dan PPIH,” kata Andra.

Menurut Andra, selama ini koordinasi antara kabupaten dan kota dalam program Kesehatan Haji tergolong cukup baik.

Sehingga Provinsi Riau meraih penghargaan sebagai pelaksana haji terbaik di Indonesia.

“Kepada petugas, kami ingatkan, bahwa yang berangkat itu adalah pilihan.

Sangat sulit untuk bisa berangkat dengan panjangnya daftar tunggu.
Artinya kita-kita yang bertugas ini adalah pilihan dari sekian banyak yang ingin berangkat.
Saya berharap agar dapat melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” harap. Andra.

“Kami ingatkan agar dapat menjaga amanah ini, berikan yang terbaik bagi jemaah haji Riau dan tetaplah menjadi yang terbaik.

Indikator keberhasilan adalah berdasarkan Indikator Kematian Jemaah haji di luar sarana pelayanan kesehatan kurang dari 40 persen,” tutup Andra.