EQUITY WORLD FUTURES – Pendidikan merupakan hal yang paling utama di zaman sekarang. Setiap orang pun berusaha untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi. Sedangkan bagi orang-orang yang sudah berkeluarga, pendidikan anak merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan. Pentingnya pendidikan ini pun diikuti dengan semakin besarnya biaya pendidikan setiap tahunnya. Maka dari itu, diperlukan planning finansial untuk pendidikan anak di masa mendatang mengingat biaya yang semakin tinggi ini, hal yang bisa dilakukan adalah melalui reksadana.

Gambaran umum

Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa rata-rata kenaikan biaya pendidikan anak adalah 20% setiap tahunnya. Sedangkan inflasi diperkirakan hanya 8% setiap tahun. Artinya, skema perencanaan finansial, atau planning finansial, untuk investasi pendidikan anak harus bisa menghasilkan return setidaknya di atas tarif inflasi. Investasi emas sepertinya cukup aman untuk biaya pendidikan anak. Namun, harga emas justru ditentukan oleh tarif inflasi, sehingga kenaikannya akan tetap berada di bawah angka inflasi. Maka dari itu, reksadana adalah salah satu pilihan alternatif untuk mengatasi masalah biaya pendidikan anak.

 

Keuntungan reksadana untuk pendidikan

Pilihan investasi dalam bentuk reksadana untuk biaya pendidikan anak tentunya memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut:

  • Pembayaran reksadana berupa autodebet
  • Ada manejer investasi yang akan mengatur dana yang diinvestasikan melalui reksadana sehingga sudah sangat teratur
  • Resiko reksadana jauh lebih aman
  • Keuntungan yang didapatkan bisa lebih besar daripada perkiraan inflasi
  • Setorannya lebih murah dengan target return yang cukup besar

 

Pilihan reksadana

Dalam melakukan planning finansial, anda juga harus mempertimbangkan jenis reksadana yang akan dipilih. Ada berbagai macam pilihan reksa dana yang bisa anda pilih, sesuai dengan periode waktunya. Berikut ini adalah macam-macam reksa dana.

  1. Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang merupakan reksadana dengan resiko yang paling kecil dibandingkan reksadana lainnya. Hal ini dikarenakan unit penyertaan anda akan terus berubah setiap harinya. Jangka waktu investasinya kurang dari 1 tahun dan anda bisa mendapatkan pendapatan yang teratur. Jadi, reksadana pasar uang cocok untuk investasi dana pendidikan yang akan anda gunakan dalam waktu 1 tahun ke depan.

1. Reksadana pasar tetap

Jangka waktu investasi untuk reksadana pasar tetap adalah 1-3 tahun. Disini minimal 80% aset anda akan diinvestasikan pada obligasi pemerintah ataupun perusahaan. Resikonya juga jauh lebih tinggi dibandingkan reksadana pasar uang. Melalui reksadana ini, anda harus siap menghadapi fluktuasi dari nilai investasi meskipun tidak terlalu besar. Misalnya, jika saat ini anak anda baru masuk SLTA dan anda ingin berinvestasi untuk biaya masuk perguruan tinggi, maka reksadana pasar tetap bisa menjadi pilihan.

2. Reksadana campuran

Jangka waktu untuk investasi reksadana campuran ini adalah 3-5 tahun. Bagi anda yang ingin pertumbuhan nvestasi lebih tinggi, sangat disarankan untuk memilih reksadana jenis ini. anda pun bebas memilih komposisi untuk aset melalui obligasi, saham maupun pasar uang. Meskpun nilai investasinya lebih tinggi, namun resiko yang harus diterima juga akan lebih tinggi.

3. Reksadana saham

Reksadana saham merupakan jenis reksadana yang memiliki resiko paling tinggi. Hal ini sangat cocok bagi ana yang menginginkan perubahan nilai investasi sangat tinggi. Jangka waktunya juga cukup panjang. Dalam hal ini, anda harus bisa mentolerir perubahan fluktuasi nilai investasi yang terjadi.

Setelah mengetahui jenis-jenis reksadana yang ada, anda pun bisa mempertimbangkan investasi yang akan anda pilih sebagai bagian dari planning finansial untuk biaya pendidikan anak. Semuanya sama baik dan tergantung pad kesanggupan anda menghadapi resiko. Keuntungan yang besar juga diiringi dengan resiko yag besar pula.