Kurangi Pembangkit Listrik Diesel, PLN Bisa Hemat Rp 35 Triliun
Equityworld Futures -Sepanjang tahun 2015 lalu, PLN mencatat adanya penurunan biaya bahan bakar minyak (BBM) dari
Rp 71,5 triliun pada 2014 menjadi hanya Rp 36,4 triliun di 2015 atau turun sampai 49%.

Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto, menjelaskan bahwa efisiensi dari biaya BBM ini timbul karena 2 faktor.

Yang pertama ialah penurunan tajam harga minyak dunia pada 2015, dan yang kedua adalah
berkurangnya konsumsi BBM PLN hingga 2 juta kilo liter (KL).

Banyak pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), baik PLTD sewa maupun milik PLN sendiri,

yang disetop penggunaannya karena sudah ada pembangkit-pembangkit baru dengan bahan bakar murah yang bisa menggantikan.

“Ada penurunan harga BBM, volume yang dipakai juga.

Begitu COD (Commercial Operation Date) pembangkit-pembangkit yang murah, kayak di Sumatera ada PLTU Nagan Raya, jadi lebih hemat karena BBM nggak dipakai,
” kata Sarwono dalam konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (29/6/2016).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Amir Rosidin,

menambahkan bahwa banyak pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru yang COD di 2015 sehingga peran PLTD bisa dipangkas.

Di Sumatera misalnya, pada tahun lalu PLTU Pangkalan Susu 2×200 MW dan PLTU Nagan Raya 2×100 MW selesai dibangun mulai beroperasi.

Berkat kedua PLTU ini, pasokan listrik di Sumatera Utara (Sumut) tak lagi defisit, sudah ada sedikit surplus.

Tak hanya itu, beberapa PLTD sewa yang sudah habis masa kontraknya pun tak perlu diperpanjang lagi sehingga PLN tak perlu mengeluarkan biaya sewa dan biaya pemakaian BBM.

Total ada 150 MW PLTD sewa di Sumut yang tak lagi dipakai PLN.

“Biaya sewa berkurang, 1 kWh itu sewanya Rp 300, belum termasuk biaya BBM.

Ada juga pembangkit Belawan 2×100 MW yang diubah dari memakai BBM ke gas, dapat gas dari Terminal Regasifikasi Arun.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur dan Bali PLN,

Amin Subekti, menuturkan bahwa mulai 2015 lalu semua PLTD di Jawa dan Bali sudah non aktif karena digantikan oleh pembangkit batu bara dan gas.

PLTD-PLTD di Sumatera juga sebentar lagi akan dimatikan semua.

Ke depan, PLTD hanya dipakai untuk melistriki daerah-daerah terpencil yang tak punya sumber energi memadai.

“PLTU Celukan Bawang membuat penggunaan PLTD di Jawa-Bali drop,

hampir tidak ada lagi pemakaian PLTD kecuali untuk jaga-jaga.
Itu menghasilkan penghematan luar biasa. Itu langkah-langkah penurunan BBM dalam energi primer, nantinya tinggal di daerah terpencil,” tutupnya.
Sumber : Detik.com