Jakarta -PT PLN (Persero) dapat tugas membangun pembangkit listrik 10.000 MW dari program 35.000 MW. PLN butuh anggaran sebesar lebih dari Rp 600 triliun untuk membangun pembangkit, jaringan transmisi dan gardu.

Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir mengatakan, dalam 5 tahun ke depan, PLN mendapatkan tugas untuk membangun pembangkit listrik sebanyak 10.000 MW dari total program pemerintah sebesar 35.000 MW.

‎Sofyan mengatakan, untuk membangun 10.000 MW tersebut, PLN membutuhkan dana sekitar Rp 400 triliun lebih untuk pembangkit, namun itu belum termasuk untuk membangun jaringan transmisi hingga puluhan ribu kilometer dan gardu-gardu sebagai penunjang elektrifikasi.

“Dalam lima tahun ke depan kita butuhnya Rp 400 triliunan. Sama transmisi jadi Rp 600 triliunan. Jadi untuk pembangkit Rp 400, transmisi sekitar Rp 280 (triliun),” tutur Sofyan di kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (15/7/2015).

Sofyan mengatakan, untuk menyediakan dana sebesar itu, PLN mendapatkan banyak pinjaman dari perbankan dalam dan luar negeri. Porsi pembiayaan seluruhnya berasal dari ekuitas PLN 30% dan pinjaman perbankan 70%.

“Ada pinjaman soft loan dari luar. Banyak sekali, contoh dari China Development Bank, kita punya US$ 10 miliar atau Rp 130 triliun. Bank lokal ada, tapi hanya sedikit,” tutupnya

Sumber: Detik.com