Jakarta -Pemerintah terus mempercepat pembangunan pembangkit listrik, salah satunya yang hari ini diresmikan di mulainya pembangunan (groundbreaking) Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 2 x 25 megawatt (MW) di Gorontalo. Pembangkit ini nantinya akan mengakhiri defisitnya pasokan listrik selama ini di Gorontalo.

Pembangkit ini berlokasi di Desa Maleo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwatu dengan masa pembangunan selama 6 bulan. Kontrak pembangunan PLTG Gorontalo senilai US$ 97,35 dan Rp 498,95 miliar telah ditandatangani pada 30 Juni 2015.

Direktur PT PLN (Persero), Amin Subekti menyatakan, masuknya PLTG di Pohuwato akan menambah daya pasok listrik ke sistem Sulawesi Utara Gorontalo (Sulutgo) sebesar 100 MW.

“PLTG di Pohuwato yang berjumlah 4 unit dengan kapasitas masing-masing unit sebesar 25 MW akan memberikan keleluasaan kepada PLN untuk memenuhi layanan listrik yang dibutuhkan pelanggan,” ujar Amin dalam keterangannya, Kamis (10/9/2015).

Amin mengungkapkan, listrik dari PLTG Gorontalo juga dapat memenuhi sambungan calon pelanggan yang saat ini masih mengantre dalam daftar tunggu yang saat ini mencapai 70 MW.

Lebih lanjut Amin mengatakan, dengan tambahan listrik dari PLTG ini mampu meningkatkan rasio elektrifikasi hingga 84,4% pada akhir 2016 dari 74% saat ini.

Listrik dari PLTG Gorontalo akan dihubungkan melalui Gardu Induk (GI) Marisa ke sistem kelistrikan Gorontalo dan Sulawesi Utara. PLTG Gorontalo menggunakan 4 buah mesin turbin tipe TM2500 masing-masing berkapasitas 25 MW produksi General Electric (GE).

Daya mampu sistem Sulutgo (Sulawesi Utara Gorontalo) saat ini sebesar 320 MW sedangkan beban puncak sistem mencapai 325 MW. Sehingga masih terjadi kondisi defisit daya untuk memenuhi kebutuhan listrik di Gorontalo yang menjadi bagian dari sistem Sulutgo.

“Kami sangat memahami kondisi kekurangan pasokan listrik ini. Kami berupaya dengan keras untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik khususnya di Gorontalo,” tegas Amin.

Dalam peresmian tersebut, Gubernur Rusli Habibie didampingi oleh Direktur PLN Amir Rosidin, Direktur PLN Amin Subekti, Direktur EPC PT Pembangunan Perumahan (PT PP) Hary Nugroho, Direktur Teknik Dan Lingkungan Ditjen Ketenagalistrikan Munir Ahmad, dan Bupati Pohuwatu Syarif Mbuinga.

sumber : detik.com