Equityworld Futures – Tepat setiap awal bulan, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis angka inflasi nasional. Ramalan Inflasi Juli 2017

 

Juni 2017 lalu, inflasi tercatat 0,69% atau di atas ekspetasi pemerintah lantaran terjadi lonjakan harga komoditas selama ramadan hingga lebaran.

Lalu bagaimana tingkat inflasi di Juli?

Ekonom dari PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, meramalkan tingkat inflasi di Juli 2017 berada di kisaran 0,18% atau lebih rendah dibandingkan Juni 2017.

“Inflasi Juli 2017 diperkirakan mencapai 0,18% (MoM) atau 3,84% (YoY),” kata Josua saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Perkiraan tingkat inflasi di Juli 2017 karena kontribusi inflasi dari harga bergejolak (volatile food) yang cenderung menurun,

seiring menurunnya permintaan komoditas pangan paska ramadan hingga lebaran.

Dia menyebutkan, terkendalinya harga juga tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah pusat maupun

daerah, serta koordinasi yang baik antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI).

Beberapa komoditas pangan yang cenderung turun selama Juli 2017 antara lain beras, telur ayam, dan minyak goreng.

Namun demikian, ada juga komoditas pangan yang cenderung meningkat, antara lain cabai merah keriting, bawang merah, daging ayam.

Sementara inflasi yang berasal dari harga yang diatur pemerintah (administered prices) juga cenderung menurun seiring

koreksi pada tarif angkutan antar kota, angkutan udara, dan kereta api seiring menurunnya permintaan paska Idul Fitri.

“Sementara inflasi inti cenderung meningkat didorong oleh kenaikan biaya pendidikan seiring tahun ajaran baru sekolah. Namun demikian, diperkirakan akan berada pada kisaran sasaran inflasi 2017, yaitu 4±1%,” jelas dia.

Sedangkan Ekonom dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA), David Sumual, memperkirakan tingkat inflasi berada di level 0,16% atau jauh lebih rendah dibandingkan inflasi di Juni 2017 yang sebesar 0,69%.

“Ini lebih karena normalisasi harga seperti harga makanan dan transportasi pasca Idul Fitri,

permintaan juga relatif masih stagnan dan harga makanan terkendali,” jelas David.

Meski begitu, David mengimbau pemerintah untuk tetap waspada dengan rendahnya tingkat inflasi di Juli 2017.

Sebab, lonjakan inflasi yang rendah membuat permintaan stagnan dan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Selanjutnya, Ekonom Samual Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, memproyeksikan angka inflasi Juli 2017 berada di kisaran 0,28% atau lebih tinggi dibandingkan perkiraan dua ekonom di atas.

“Puncak inflasi sudah lewat, inflasi Juli dipicu oleh transportasi dan pendidikan tahun ajaran baru, sedangkan bahan makanan dan sandang berpotensi deflasi,” tukas dia.

 

 

 

Equityworld Futures