Semarang -Menteri BUMN Rini Soemarno berencana menggabungkan PT Bahana Artha Ventura, PT Pertamina Dana Ventura, dan PT Permodalan Nasional Madani. Rencana penggabungan ketiga BUMN karena modal ventura BUMN yang ada saat ini berkapasitas kecil untuk membiayai modal UKM.

‎Di sisi lain, pemerintah ingin nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) segera naik kelas ke nasabah komersial. Tercatat dalam lima tahun terakhir, hanya 7,7% dari 10 juta nasabah KUR atau sekitar 1,7 juta, tahun depan harus ‎ditingkatkan menjadi 10%.

“Kita akan meng-holding ventura. Ada Bahana, PNM dan Pertamina Dana Ventura,” kata Gatot Trihargo, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan‎ Kementerian BUMN di Kapal KM Kelud, Semarang, Minggu (22/11/2015)

Gatot meyakini program ini akan berjalan efektif dalam waktu dekat. Pemerintah juga akan terbantu dalam ketersediaan lapangan kerja yang setiap tahunnya dibutuhkan sekitar 2,5-3 juta lapangan pekerjaan.

“Modal ventura ini akan mempercepat UKM naik kelas, karena diketahui setiap tahun dibutuhkan 2,5-3 juta lapangan pekerjaan baru di luar yang ada. Kita akan coba bantu pemerintah mengatasi permasalahan ini,” paparnya.

Hal ini juga sejalan dalam pengentasan kemiskinan di perkotaan. Menurut Gatot‎, orang miskin di perkotaan lebih berbahaya dibandingkan dengan yang ada di pedesaan. Sebab dikhawatirkan bisa mengganggu keamanan.

Misalnya DKI Jakarta, memiliki 290.000 KK yang barkategori miskin. Sehingga harus membutuhkan dana, baik dalam menumbuhkan kegiatan ekonomi dan yang lainnya.

“Kalau orang miskin di desa saat lapar akan ke kebun untuk mencari makanan, kalau miskin di kota agak susah karena itu termasuk risiko gangguan keamanan‎. Kami membantu mereka agar hidup layak,” kata Gatot.

Holding Asuransi

Selain itu, pemerintah mencatat rendahnya pangsa pasar dari asuransi umum di Indonesia‎. Tercatat hingga 2014, dari semua asuransi baru menguasai pasar 20% atau setara dengan Rp 54 triliun. Masih kalah dibandingkan dengan beberapa asuransi asing.

“Di semua BUMN kita punya asuransi. Maka kita ingin menguatkan barisan agar asuransi umum ini lebih kuat dari sebelumnya. Karena market share yang‎ ada di kita, minoritas di negeri sendiri,” ujarnya.

“Karena itu kita ingink‎an tahun depan lebih agresif sehingga kita bisa menaikkan share dari 20% menjadi 50% pada 2019,” tegas Gatot.

Hal yang serupa juga akan diberlakukan untuk asuransi jiwa. Jiwasraya dan beberapa yang dimiliki BUMN lain hanya memiliki pangsa pasar 30%. Sisanya adalah asing.

“Kita harapkan ke depan asuransi Jiwa kita bisa perkuat menuju 50% market share-nya,” imbuhnya.

 

sumber : detik.com