Equityworld Futures

Debut Alex Rins di MotoGP bersama Suzuki memang tidak berjalan dengan mulus.

Rins menatap musim baru dengan optimisme untuk memperbaiki performanya.

Musim 2017 seperti bencana bagi pebalap Spanyol itu. Rins mengalami kecelakaan saat ujicoba resmi di Valencia,

November 2016 yang mencederai tulang belakangnya sehingga dia pun mengawali musim tidak maksimal.

Rins membuka dengan finis kesembilan di Losail, Qatar kemudian terpaksa retired di Argentina karena mengalami insiden saat berlatih sebelum balapan.

Di seri Texas, kemalangan belum menjauhi Rins yang mengalami cedera pergelangan tangan karena jatuh di latihan bebas.

Akibatnya, Rins terpaksa melewatkan lima balapan dan belum mampu menemukan peforma terbaiknya setelah comeback.

 

Barulah di paruh musim kedua, performa Rins membaik.

Terlepas dari diskualifikasi di Sepang, Rins hanya sekali gagal finis di zona angka dalam tujuh balapan terakhir.

Termasuk saat finis kelima di Motegi sebelum menutup 2017 dengan finis keempat di seri terakhir.

“Itu bukanlah sebuah tahun yang mudah untukku.

Aku harus menghadapi beberapa momen sulit yang sulit dicerna,

terutama ketika Anda tidak benar-benar tahu apa yang terjadi dan Anda terus melihat banyak rintangan di depan Anda,” ucap Rins, yang dilansir GPOne.

“Hal-hal mulai berjalan salah dari hari kedua ujicoba di Valencia.

Tulang punggung yang retak berarti aku merasa kesakitan selama berbulan-bulan dan tidak dapat membuat start terbaik.

Aku mematahkan kakiku di Rio Hondo sebelum membuat pergelangan tanganku retak di Texas,

itu benar-benar membuat rumit pada apa yang seharusnya menjadi sebuah musim impian bagiku.”

“Untungnya aku tidak jatuh lagi. Kupikir penampilanku di balapan terakhir menutup siklus ini,

siklus yang bermula dengan banyak masalah,” lanjut dia.

“Kuharap bisa membayar kepercayaan tim kepadaku. Tujuanku adalah bersaing untuk podium di setiap balapan,

aku harus siap. Balapan di MotoGP adalah impian setiap pebalap dan aku sangat bangga bisa

melakukannya dengan sebuah tim yang pernah melahirkan para juara seperti (Barry) Sheen, (Kevin) Schwantz), dan (Kenny) Roberts.”

7
Salah Menangi Penghargaan Pemain Terbaik Afrika 2017

Penampilan sensasional Mohamed Salah kembali diganjar penghargaan.

Salah menjadi Pemain Terbaik Afrika 2017 dalam seremoni yang digelar di Accra, Ghana.

Bintang Liverpool asal Mesir itu mengalahkan pemain Senegal sekaligus rekan setimnya sendiri,

Sadio Mane dan ujung tombak Gabon yang bermain di Borussia Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang.

Salah jauh mengungguli para pesaingnya dengan mengoleksi 700 poin, sedangkan Mane di tempat kedua (100) dan Aubameyang ketiga (60).

Equityworld Futures