25mrt15

Saham AS berfluktuasi seiring penguatan mata uang dolar dan obligasi naik terkait para investor mengkaji outlook suku bunga yang lebih tinggi setelah indeks harga konsumen tidak sesuai dari target inflasi Federal Reserve.

Indeks Standard & Poor 500 turun 0,1 % pada pukul 12:42 siang waktu New York. Indeks Nasdaq Composite mendekati semua waktu tertinggi seiring Netflix Inc dan Google Inc meraup keuntungan di saham teknologi. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,4 %. Indeks Spot Dollar Bloomberg menguat 0,2 %, sedangkan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun satu basis poin menjadi 1,89 %. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berfluktuasi dekati level $ 47,50 per barel. Sedangkan emas naik sebesar 0,1 %.

Indeks harga konsumen di AS meningkat 0,2 % pada bulan Februari, karena biaya bahan bakar stabil. Harga tidak berubah dari tahun sebelumnya. Para pembuat kebijakan The Fed sedang mencari inflasi untuk mempercepat dan mendekati target sebesar 2 % saat mereka menentukan waktu kenaikan suku bunga tingkat pertama sejak tahun 2006 silam. Pembelian rumah baru di AS naik secara tak terduga pada bulan Februari ke level 7 tahun tertinggi.

Indeks Dollar Bloomberg pekan lalu mengalami penurunan terbesarnya dalam 3 tahun terakhir dan ekuitas AS rally pasca The Fed memangkas proyeksi untuk suku bunga di masa mendatang, inflasi dan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Indeks S&P 500 melemah 1 % dari semua waktu tertinggi pada tanggal 2 Maret, sementara itu Indeks Nasdaq Composite pada penutupan hari Senin sebesar 0,8 % di bawah rekornya sejak Maret 2000 lalu. (knc)

Sumber : Bloomberg